Home / Jakarta Berketahanan / Lokakarya Perdana Program Prioritas Jakarta Berketahanan
WhatsApp Image 2018-09-28 at 2.52.36 AM

Lokakarya Perdana Program Prioritas Jakarta Berketahanan

Jakarta, 26 September 2018.

Telah terselenggaranya acara Lokakarya Perdana Program Prioritas Jakarta Berketahanan yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jakarta Berketahanan dengan dibantu oleh Jakarta Konsultindo dan Ruang Waktu. Hal tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari serangkaian sesi kerja tahap II yang telah dilakukan oleh tim dari Sekretariat Jakarta Berketahanan untuk menemukenali program prioritas Jakarta berketahanan berdasarkan temuan fokus utama dari lokakarya yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam acara lokakarya tersebut turut melibatkan beberapa pemangku kepentingan, diantaranya pemerintah lokal, pemerintah pusat, organisasi internasional, kelembagaan luar negeri, lokal NGO, Akademisi dan Bisnis sektor.

Dalam lokakarya tersebut dibagi menjadi 3 tahapan yakni diskusi panel, workshop masing-masing kelompok, serta pemaparan hasil workshop dari masing-masing kelompok. Sebelum tahapan dimulai, Deputi Gubernur DKI Jakarta mewakili Gubernur DKI Jakarta menyampaikan kata sambutan dalam rangka menyungsung Jakarta City 4.0 yang mengedepankan pendekatan kolaboratif, dimana dalam menjadikan Jakarta Berketahanan turut melibatkan kolaborasi masyarakat.

WhatsApp Image 2018-09-28 at 2.52.36 AM(3)

Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi panelis yang terdiri dari 3 pembicara. Adapun pembicara tersebut antara lain Deputi Gubernur bidang TRLH, Managing Director 100 RC ASPAC dan Direktur Perkotaan, Perumahan dan Permukiman BAPPENAS.

Pada sesi 1 Panelis, Deputi Gubernur bidang TRLH memberikan pemahaman terkait permasalahan guncangan di DKI Jakarta, pemahaman/konsep dari kota kebertahanan serta kemajuan program dari Jakarta Berketahanan dengan menggunakan pendekatan kolaboratif guna memecah ‘silos’ yang ada.

Pada sesi 2 Panelis, Lauren Sorkin selaku Managing Director 100 RC ASPAC memberikan wawasan terkait praktik unggulan dan pembelajaran dari kota anggota 100 RC terkait penyusunan dan implementasi strategi ketahanan kota (City Resilient Strategy).

Pada sesi 3 Panelis, Direktur Perkotaan, Perumahan dan Permukiman BAPPENAS memaparkan terkait isu fragmented governance dan konsep urban linkage dalam perspektif kota Berketahanan, dimana pemaparan tersebut menjelaskan terkait kondisi dan fakta terkait urbanisasi, fragmented governance, ketergantungan ketahanan pangan kota, strategi sinergitas urban-rural linkages dan rancangan kebijakan perkotaan nasional.

Setelah sesi panelis, peserta lokakarya kemudian dibagi menjadi 5 kelompok kerja yang dibagi berdasarkan fokus utama yang berasal dari City Resilience Framework (CRF)/Kerangka Ketahanan Kota. Adapun 5  fokus utama terebut antara lain:

  • Fokus utama 1: Meningkatkan Kapasitas Tata Kelola Pemerintahan dan Manajemen Kota
  • Fokus utama 2: Mengembangkan Budaya ‘Siap Siaga’ untuk Menghadapi Berbagai Guncangan
  • Fokus utama 3: Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan melalui Tata Kelola Air Bersih, Air Limbah dan Sampah
  • Fokus Utama 4: Meningkatkan Kualitas Mobilitas dan Konektivitas Warga Jakarta
  • Fokus Utama 5: Memelihara Kohesi Sosial Jakarta

Audiens/peserta dibagi kedalam ruangan yang berbeda untuk melaksanakan tahapan kedua yang tidak lain merupakan Workshop, dimana kegiatan dari workshop tersebut terbagi kedalam 3 tahapan. Pada kegiatan pertama, yakni menentukan elemen ketahanan kota dan target pencapaian dari fokus utama. Sedangkan kegiatan kedua, menentukan kriteria pemilihan program eksisting dan kegiatan terakhir yakni menentukan program eksisting prioritas DKI Jakarta berdasarkan masing-masing fokus utama.

WhatsApp Image 2018-09-28 at 2.52.36 AM(1) WhatsApp Image 2018-09-28 at 2.52.36 AM(2)

Berdasarkan diskusi/workshop masing-masing kelompok dihasilkan temuan bahwa:

Pada Fokus utama 1 dihasilkan 14 Program eksisting prioritas dengan acuan bahwa program-program terpilih memiliki dampak langsung bagi masyarakat dan mengutamakan adanya peningkatan pemahaman terkait konsep ketahanan kota.

Pada Fokus utama 2 dihasilkan 49 Program eksisting prioritas

Pada fokus utama 3 dihasilkan 19 Program eksisting prioritas dengan acuan bahwa program perlu melibatkan banyak pihak dan sosialisasi yang lebih intensif.

Pada fokus utama 4 dihasilkan 13 program eksisting prioritas dengan acuan bahwa pentingnya program-program yang melibatkan tata ruang dan bangunan serta monitoring dan evaluasi.

Pada fokus utama 5 dihasilkan 30 program eksisting prioritas.

Hasil dari ditemukenalinya program-program prioritas tersebut akan ditindaklanjuti oleh tim Sekretariat Jakarta Berketahanan untuk mengkategorisasikan hasil-hasil yang sudah didapat sehingga dapat dirumuskan program-program prioritas terkait ketahanan kota DKI Jakarta di tahun-tahun mendatang.

 

Check Also

WhatsApp Image 2018-11-15 at 10.41.39 (1)

Rapat Persiapan Ambitious City Promises CiBiX City-Business Collaboration Ideator

Jakarta, 15 November 2018. Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Ligkungan Hidup menjalankan pertemuan dengan …