Home / Kegiatan / DKI Susun Grand Design Pengelolaan Kualitas Udara
lokakarya polusi udara (2)

DKI Susun Grand Design Pengelolaan Kualitas Udara

lokakarya polusi udara (2) lokakarya polusi udara (3) lokakarya polusi udara (1)

DKI Susun Grand Design Pengelolaan Kualitas Udara

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyusun Desain Besar ( Grand Design )  Pengelolaan Kualitas Udara untuk meningkatkan kualitas udara Ibukota. Polusi udara merupakan salah satu isu lingkungan paling berbahaya yang berdampak pada kesehatan manusia, pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi.

“Perbaikan kualitas udara Ibukota perlu dilakukan secara terprogram, terpadu, dan berjangka panjang. Para pemangku kepentingan bekerja dalam silo sehingga hasil program peningkatan kualitas udara di Jakarta belum mencapai tingkat optimal. Oleh karena itu, keberadaan Desain Besar Pengelolaan Kualitas Udara sebagai komitmen dan konsensus para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas udara adalah suatu keharusan,” ujar Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Oswar Mungkasa saat Lokakarya Perdana – Kick Off Meeting Penyusunan Desain Besar Pengelolaan Kualitas Udara di Balaikota DKI, Rabu (3/10).

Penanganan polusi harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dilakukan secara skala besar, dan lintas pemerintah daerah di Jabodetabek. Untuk itu, diperlukan komitmen dan keterlibatan dari semua pihak. Oswar mengatakan, lokakarya bertujuan untuk meningkatkan kerja sama di antara semua pihak dalam mengatasi permasalahan polusi udara di Jakarta dan untuk menetapkan visi jangka panjang peningkatan kualitas udara perkotaan.

“Dari lokakarya ini dihasilkan pemetaan kebijakan dan aksi-aksi perbaikan kualitas udara di DKI Jakarta yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Tahap awal, kita akan menemukenali isu strategis, dan keluaran utama, memetakan pemangku kepentingan, menyusun peta jalan penyusunan Desain Besar,” kata Oswar.

Peserta kegiatan lokakarya terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur Pemerintah Pusat, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Kota/Kabupaten di Jabodetabek, organisasi masyarakat dan akademisi.

Lokakarya berhasil merumuskan isu utama yang menjadi proritas dalam aksi peningkatan kualitas udara dan para pemangku kepentingan bersepakat untuk membentuk Forum Pengelolaan Kualitas Udara DKI Jakarta sebagai wadah komunikasi, koordinasi, bertukar pembelajaran pemangku kepentingan dengan Dinas Lingkungan Hidup sebagai jangkarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, pencemaran udara menduduki peringkat empat dan termasuk ke dalam sepuluh risiko lingkungan paling signifikan di Indonesia. Beberapa sumber utama polusi udara di Indonesia, ungkap dia,  berasal dari kendaraan bermotor, pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, debu, pembakaran sampah dan  biomassa.

Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan, khususnya terhadap anak-anak, adalah kematian bayi dan anak karena infeksi saluran pernapasan bagian atas, kematian janin, berat badan lahir rendah, tingkat IQ rendah dan stunting.

Drs. H. Isnawa Adji, M.AP
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta
dinaslh@jakarta.go.id

Check Also

Menghadiri Kick Off Meeting PD PAL Jaya Marketing Strategy Development

Jakarta, 13 November 2018. Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Ligkungan Hidup menghadiri acara kick …