Home / Kegiatan / Interview Bersama BBC London terkait Jakarta Berketahanan

Interview Bersama BBC London terkait Jakarta Berketahanan

Jakarta, 2 Oktober 2018

Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup telah melakukan wawancara bersama BBC News, Jon Bithrey terkait program Jakarta Berketahanan. Pada saat wawancara, Deputi Gubernur bidang TRLH menjelaskan tentang Upaya dalam membangun ketahanan kota (city resilience) di DKI Jakarta. Dengan terpilihnya Jakarta sebagai salah satu dari 100 kota ketahanan di dunia diharapkan Jakarta dapat mempersiapkan diri dari tekanan (Stresses) seperti banjir, kebakaran, gemba bumi, dan wabah penyakit.Serta guncangan (Shock) seperti urbanisasi, kesenjangan sosial, permasalahan sampah dan air bersih.

Beberapa hal yang dijelaskan seperti tantangan terbesar yang dihadapi Jakarta. Kedudukan Jakarta sebagai kota terbesar di Asia Tenggara, dan daerah metropolitannya yaitu Jabodetabek ( Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) telah ditantang oleh pertumbuhan kota yang cepat dan pemerintahan yang terfragmentasi. Instansi pemerintah cenderung bekerja dalam silo, sangat dibatasi oleh kendala struktural dan kurangnya koordinasi antar kota. Tantangan ini mengarah ke celah-celah solusi yang tidak lengkap untuk masalah perkotaan. Kendala kritis ini mengharuskan penerapan pemerintahan kolaboratif untuk memecahkan silo, menciptakan solusi terintegrasi untuk isu-isu spesifik Jakarta.

Selain itu pada saat wawancara berlangsung, Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup menjelaskan tentang pembangunan MRT dan hal – hal yang perlu dipertimbangkan, seperti :

  • Pengembangan dan pengoperasian yang aman, handal, dan nyaman jaringan transportasi umum untuk melayani tuntutan masyarakat dari luar dan dalam Jakarta untuk bekerja dan mobile dalam kota Jakarta.
  • Menghidupkan kembali lingkungan perkotaan melalui pengembangan angkutan perkotaan dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari kendaraan pribadi untuk meningkatkan kualitas udara di wilayah tersebut.
  • Optimalisasi pengembangan mixed-use di mana stasiun rute dan ditempatkan di daerah-daerah yang memiliki mobilitas tinggi.

 

Dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota berketahanan, ada beberapa tindakan khusus dalam menghadapi guncangan seperti langkah-langkah khusus yang diambil untuk memastikan ketahanan Jakarta terhadap gempa bumi dan perubahan lahan, yaitu :

  • Jakarta, yang dibantu oleh komunitas tanggap resiko bencana, pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan sistem kota, memiliki kapasitas untuk mengatasi dan mengurangi risiko dari setiap bencana
  • Jakarta ini perlu memiliki peraturan dan rencana mengenai building code terkait dengan gempa
  • Ada mekanisme terpadu untuk mengurangi risiko bencana, respon terhadap situasi darurat, dan pemulihan dari bencana
  • Masyarakat dan stakeholder terkait selalu terlibat dalam proses pengambilan keputusan

 

Dalam upaya untuk mempertahankan pembangunan Jakarta, di masa depan Jakarta diharapkan akan menjadi wilayah metropolitan layak huni yang memenuhi kebutuhan warga dan tahan terhadap dampak negatif dari bencana dan perubahan iklim.

 

Salah satunya dengan melakukan beberapa upaya untuk menghentikan kota agar tidak tenggelam, termasuk:

  • Menerapkan pengelolaan permintaan air untuk mengatasi masalah kelangkaan air
  • Mengoptimalkan pemanfaatan Instalasi Pengolahan Air Limbah untuk mendaur ulang air dari rumah tangga dan meningkatkan kualitas air di badan air (sungai, kolam retensi)
  • Mengisi ulang air bawah tanah melalui sumur injeksi dan bio-porous.

Sementara itu agar terwujudnya Jakarta sebagai kota berketahanan perlu adanya kolaborasi dengan pemerintah yang harmonis menuju kota tangguh, menjadi proaktif untuk melaporkan kondisi masyarakat mengenai masalah limbah, sanitasi, air, dll. Serta kesadaran akan rasa kepemilikan untuk DKI Jakarta

Check Also

WhatsApp Image 2018-11-15 at 10.41.39 (1)

Rapat Persiapan Ambitious City Promises CiBiX City-Business Collaboration Ideator

Jakarta, 15 November 2018. Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Ligkungan Hidup menjalankan pertemuan dengan …