Home / Kliping / Mengapa Tata Ruang Palu Harus Diperbaiki?
Wapres Jusuf Kalla tiba di Bandara Mutiara SIS Al Juftie Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/18) saat tinjau dampak gempa dan tsunami di Palu-Donggala-Sigi.
Wapres Jusuf Kalla tiba di Bandara Mutiara SIS Al Juftie Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/18) saat tinjau dampak gempa dan tsunami di Palu-Donggala-Sigi.

Mengapa Tata Ruang Palu Harus Diperbaiki?

Wapres Jusuf Kalla tiba di Bandara Mutiara SIS Al Juftie Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/18) saat tinjau dampak gempa dan tsunami di Palu-Donggala-Sigi.
Wapres Jusuf Kalla tiba di Bandara Mutiara SIS Al Juftie Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/18) saat tinjau dampak gempa dan tsunami di Palu-Donggala-Sigi.
Palu, Donggala, dan Sigi termasuk yang harus diubah tata ruangnya.

Masyarakat harus paham

Museum Geologi Bandung mendorong masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai mitigasi bencana. Pemahaman bisa didapat dengan mendatangi museum geologi.

Kasubag Edukasi dan Informasi Museum Geologi Bandung, Makmur, mengatakan, peran museum geologi memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat. Makmur mengatakan, bencana alam menjadi salah satu materi yang diangkat oleh Museum Geologi Bandung, mulai dari gempa bumi, tsunami, longsor, hingga letusan gunung berapi.

“Semuanya dipamerkan di museum dalam rangka agar masyarakat atau pengunjung museum paham terkait itu,” kata Makmur, Jumat (5/10).

Makmur mengatakan, dalam etalase pameran dipaparkan mengenai tanda-tanda hingga penanganannya. Namun, dia mengakui edukasi yang bersifat interaktif belum secara masif dilakukan.

Menurut dia, Museum Geologi Bandung selama ini lebih sering menggelar seminar atau dialog, terutama terkait mitigasi bencana berdasarkan permintaan. Biasanya permintaan datang dari sekolah.

“Kalau mau (pelatihan), kirim surat nanti kita siapkan,” kata Makmur.

Mitigasi bencana sangat penting dipahami masyarakat. Sebab, ia menjelaskan Indonesia merupakan daerah yang secara geografis rawan bencana.

(dedy darmawan nasution, ed: satria kartika yudha)

Check Also

Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-06-2018 *** Local Caption *** Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-6-2018(KOMPAS/AGUS SUSANTO)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemprov DKI Bagikan Karung Agar Warga Tak Buang Sampah ke Kali", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/18/14160901/pemprov-dki-bagikan-karung-agar-warga-tak-buang-sampah-ke-kali. 
Penulis : Nursita Sari
Editor : Andri Donnal Putera

Pemprov DKI Bagikan Karung Agar Warga Tak Buang Sampah ke Kali

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau warga untuk tidak …