Home / Kegiatan / Pelaksanaan Pleno Bangunan Gedung Hijau

Pelaksanaan Pleno Bangunan Gedung Hijau

20181017_pleno bgh(4)

Jakarta, 17 Oktober 2018. Dilaksanakan Pertemuan Berkala Pleno Bangunan Gedung Hijau bulan Oktober 2018. Pertemuan dihadiri oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai macam instansi dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Non Pemerintah, dan pihak swasta. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk mewadahi terjadinya knowledge transfer dari pihak pemilik informasi kepada seluruh pemangku kepentingan terkait perkembangan penerapan Bangunan Gedung Hijau di DKI Jakarta serta upaya-upaya yang telah dilaksanakan untuk mendorong DKI Jakarta menjadi kota yang tangguh,  nyaman, dan berkelanjutan.

Adapun agenda dari rapat tersebut:

  1. Pemaparan “Mewujudkan Kota Tangguh melalui Infrastruktur yang Aman dan Berkelanjutan” oleh Kasubdit Pencegahan BNPB (Bp. Berton)

Intisari : Pemerintah dan swasta perlu merubah sistem pembangunan yang dahulu lebih berfokus ke sistem pengelolaan bencana menjadi pengelolaan risiko bencana. Penerapan sistem pengelolaan risiko bencana diharapkan mampu menjadi investasi awal yang dapat mengurangi dampak fisik, sosial, dan finansial pada saat terjadinya bencana. BNPB sendiri sudah mendukung ide ini dengan cara menerapkan scorecard UNISDR dan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) untuk menjadi bahan pertimbangan daerah dalam pembangunan dan pengelolaan risiko bencana.

  1. Pemaparan Pembangunan Berkelanjutan untuk Jakarta oleh Direktur WRI (World Resource Institute) Indonesia (Bp. Nirata Samadhi)

Intisari : WRI adalah sebuah lembaga independen yang mengaktualisasikan data dan informasi menjadi aksi nyata yang bisa diimplementasikan. WRI telah melakukan studi kasus untuk Jakarta berupa studi kasus DAS Ciliwung dan krisis air di Jakarta. Jakarta merupakan salah satu kota yang berikutserta dalam gerakan oleh WRI yaitu Cities4Forests. WRI menawarkan beberapa strategi yang mampu diterapkan DKI Jakarta untuk mengurangi tingkat emisinya.

  1. Penyampaian Kegiatan Pertanian Perkotaan di Kawasan Rusunawa Daan Mogot oleh DKPKP

Intisari: Karena telah tersusunnya Desain Besar Pertanian Perkotaan Jakarta, DKPKP berniat untuk meningkatkan kinerja pewujudan pertanian perkotaan. Saat ini, DKPKP sedang melakukan progran pembinaan pertanian perkotaan dan pemasangan rak hidroponik di RUSUN Daan Mogot/ Pesakih. Selain upaya DKPKP, banyak pula perkumpulan masyarakat yang telah menerapkan pertanian perkotaan di beberapa daerah di Jakarta.

  1. Penjelasan dari pihak PT. Graha Niaga Tatautama terkait Lomba Green Office Tennant Gedung Graha CIMB Niaga

PT. Graha Niaga Tatautama merupakan salah satu pemilik dan pengelola Gedung Graha CIMB Niaga yang mendukung konsep Gedung Hijau untuk diterapkan diperkantoran. Salah satu upaya mereka adalah tercapainya predikat Green Building dari Building Construction and Authority International, Singapore (BCAI). Langkah ini terus ditingkatkan oleh Graha Niaga dengan mengadakan lomba Green Office khusus untuk tenant Graha CIMB Niaga dengan total partisipan 10 Perusahaan. Pemda DKI dimintakan keterlibatannya dalam penilaian lomba tersebut.

Check Also

Menghadiri Kick Off Meeting PD PAL Jaya Marketing Strategy Development

Jakarta, 13 November 2018. Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Ligkungan Hidup menghadiri acara kick …