Home / Kegiatan / Konsultasi Publik DKI Jakarta untuk Peningkatan Aksi Iklim Lokal yang Partisipatif dan Inklusif

Konsultasi Publik DKI Jakarta untuk Peningkatan Aksi Iklim Lokal yang Partisipatif dan Inklusif

Jakarta, 19 Oktober 2018. Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup menghadiri acara Konsultasi Publik DKI Jakarta untuk Peningkatan Aksi Iklim Lokal yang Partisipatif dan Inklusif. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang relevan dan memiliki ketertarikan untuk berkontribusi terhadap pembangunan rendah emisi di DKI Jakarta.

Kegiatan konsultasi publik dimulai dengan seremonial dan pidato pembukaan dan pengantar dari Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup mengenai kontribusi Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Perwakilan Yayasan ICLEI Indonesia juga memberikan pengantar singkat tentang konsep perubahan iklim, pembangunan kota rendah emisi, dan program Ambitious City Promises (ACP) untuk menyamakan persepsi dan pemahaman para peserta sebelum masuk ke diskusi lebih lanjut.

 

Sebelum itu, pemaparan materi juga disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tentang strategi pembangunan rendah emisi DKI Jakarta yang tertuang dalam Rencana Aksi Daerah untuk Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) dan pentingnya partisipasi warga DKI Jakarta dalam mewujudkan rencana tersebut. Untuk meningkatkan peran serta lintas SKPD dalam DKI Jakarta, kegiatan berikutnya adalah paparan singkat oleh sepuluh SKPD terkait program dan aksi sektoral mereka dalam mendukung implementasi RAD-GRK di DKI Jakarta. Setelah mendengarkan paparan dari pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, para peserta diberikan kesempatan untuk melakukan diskusi pendahulu berdasarkan kelompok masyarakat perwakilan masing-masing, yaitu: Perempuan, Anak dan Pemuda, Warga Senior (Lansia), Difabel, Nelayan, LSM/ CSO/ Komunitas Lingkungan, Akademisi, Bisnis dan Industri, Keagamaan, dan Lintas SKPD DKI Jakarta. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk konsolidasi isu, tantangan, dan potensi solusi unik dari kelompok masyarakat masing-masing. Kesempatan ini juga menjadi platform bagi para pemangku kepentingan untuk menambah muatan materi diskusi terfokus di masing-masing kelompok.

 

Setelah makan siang, dilakukan diskusi secara terfokus per sektor urban spesifik untuk menggali gagasan lebih mendalam dengan para pemangku kepentingan. Diskusi kelompok terfokus ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesadaran dan pengetahuan tentang sektor-sektor tersebut dan urgensinya dalam mempengaruhi jenis komitmen yang dapat dilakukan oleh para pemangku kepentingan. Diskusi ini diharapkan akan menjadi wadah menghimpun strategi keterlibatan warga dan kegiatan yang paling relevan bagi para pemangku kepentingan. Diskusi ini didasarkan pada diskusi tentang sektor perkotaan spesifik karena kegiatan keterlibatan warga negara dapat bervariasi dari satu sektor perkotaan ke sektor lainnya juga. Peserta kemudian dibagi ke dalam lima kelompok kecil yang  dipandu oleh fasilitator dan dicatat oleh petugas pencatat hasil diskusi. Adapun sektor-sektor perkotaan yang akan didiskusikan adalah sesuai dengan topik paparan SKPD yang telah disampaikan pada sesi pagi hari, yaitu:

 

  1. Energi dan Bangunan Hijau, dengan narasumber Dinas Perindustrian dan Energi dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta.
  2. Air Bersih dan Limbah (Padat dan Cair), dengan narasumber Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.
  3. Transportasi dan Kualitas Udara, dengan narasumber Dinas Perhubungan dan Lingkungan HidupProvinsi DKI Jakarta.
  4. Ruang Terbuka Hijau dan Pertanian Perkotaan, dengan narasumber Dinas KPKP dan Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta.
  5. Perencanaan Perkotaan, Ekologi, Kesehatan,dan Kebencanaan, dengan narasumber BAPPEDA, Dinas Kesehatan dan BPBD Provinsi DKI Jakarta.

 

Para peserta kemudian diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan mereka tentang kebijakan, program, dan kegiatan yang telah di masing-masing sektor. Diharapkan juga agar warga dan para pemangku kepentingan dapat mengkomunikasikan relevansinya dengan kehidupannya sehari-hari mereka, terutama yang berkaitan dengan efektifitas yang dirasakan, serta bagaimana mereka dapat mendukung SKPD dalam memajukan upaya-upaya yang ada dan meningkatkannya untuk membantu penyusunan strategi pembangunan rendah emisi di DKI Jakarta. Hasil konsultasi publik ini digunakan sebagai acuan untuk pembuatan draf “Ikhtiar Jakarta”. Dalam perjalanan proses, jika masih terdapat gagasan dalam sektor tertentu, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan diskusi pendalaman dengan warga dan para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan sektor tersebut. Selanjutnya draf “Ikhtiar Jakarta” akan menjadi bahan diskusi utama dalam konsultasi publik kedua.

Check Also

WhatsApp Image 2018-11-15 at 10.41.39 (1)

Rapat Persiapan Ambitious City Promises CiBiX City-Business Collaboration Ideator

Jakarta, 15 November 2018. Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Ligkungan Hidup menjalankan pertemuan dengan …