Home / Kliping / Pengamat: Penanganan Sampah Bantargebang Hanya Berorientasi Proyek
Alat berat tengah meratakan tumpukan sampah di TPA Bantargebang, Bekasi. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
Alat berat tengah meratakan tumpukan sampah di TPA Bantargebang, Bekasi. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

Pengamat: Penanganan Sampah Bantargebang Hanya Berorientasi Proyek

Alat berat tengah meratakan tumpukan sampah di TPA Bantargebang, Bekasi. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
Alat berat tengah meratakan tumpukan sampah di TPA Bantargebang, Bekasi. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Kekisruhan antaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta soal pengelolaan sampah ibu kota di TPSA Bantargebang kembali terjadi. Sebelumnya, puluhan truk sampah yang menuju ke TPSA Bantargebang disandera oleh Dishub Kota Bekasi.

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, kekisruhan tersebut bukan bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan semata. Namun lebih kepada “proyek”.

“Sebenarnya penanganan sampah saat ini hanya berorientasi proyek saja. Seperti kumpul-angkut- buang ke TPA Bantargebang (termasuk nanti ke ITF/intermediate treatment facility) di mana di situ ada anggaran kebutuhan yang menggiurkan,” ujar Nirwono saat dihubungi SINDOnews, Minggu (21/10/2018).

Belum lagi waktu kontrak yang sampai 2029 antara Pemkot Bekasi dengan Pemprov DKI Jakarta. (Baca jugaTruk Sampah Disandera, Kadis LH DKI: Keluarga Sopir Resah)

“Untuk itu Pemda DKI harus berani mereformasi penanganan dan pengelolaan sampahnya,” tegas Nirwono.

Sebelumnya, sebanyak 51 truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta dihentikan Dinas Perhubungan (Dishub) Bekasi.

Check Also

Suasana di Pulau D, pesisir hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (13/6/2019).(KOMPAS.com/Vitorio Mantalean)

Anies Yakin Penerbitan IMB Pulau Reklamasi Tak Bermasalah 

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini penerbitan izin mendirikan bangunan ( IMB) …