Home / Kliping / Bangun Proyek Penugasan dari DKI, Jakpro Tak Dapat Profit Kecuali Proyek DP 0
Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang baru saat dijumpai di DPRD DKI Jakarta, Rabu (11/7/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bangun Proyek Penugasan dari DKI, Jakpro Tak Dapat Profit Kecuali Proyek DP 0", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/24/20392531/bangun-proyek-penugasan-dari-dki-jakpro-tak-dapat-profit-kecuali-proyek. 
Penulis : Nursita Sari
Editor : Robertus Belarminus
Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang baru saat dijumpai di DPRD DKI Jakarta, Rabu (11/7/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bangun Proyek Penugasan dari DKI, Jakpro Tak Dapat Profit Kecuali Proyek DP 0", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/24/20392531/bangun-proyek-penugasan-dari-dki-jakpro-tak-dapat-profit-kecuali-proyek. Penulis : Nursita Sari Editor : Robertus Belarminus

Bangun Proyek Penugasan dari DKI, Jakpro Tak Dapat Profit Kecuali Proyek DP 0

Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang baru saat dijumpai di DPRD DKI Jakarta, Rabu (11/7/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bangun Proyek Penugasan dari DKI, Jakpro Tak Dapat Profit Kecuali Proyek DP 0", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/24/20392531/bangun-proyek-penugasan-dari-dki-jakpro-tak-dapat-profit-kecuali-proyek.  Penulis : Nursita Sari Editor : Robertus Belarminus
Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang baru saat dijumpai di DPRD DKI Jakarta, Rabu (11/7/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Jakarta Propertindo ( Jakpro) beberapa kali ditugaskan membangun proyek tertentu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, pihaknya tidak mendapatkan profit dari proyek-proyek penugasan itu, termasuk saat membangun arena pacuan kuda Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) di Jakarta Timur. “Saya bangun equestrian, enggak ada profitnya, kecuali kalau pengelolaannya diserahkan ke saya,” ujar Dwi, saat rapat bersama Komisi C DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018). Dwi menyampaikan, sejak awal, Jakpro memang tidak berniat mengambil profit dari proyek-proyek yang ditugaskan Pemprov DKI. Hal itu tertuang dalam feasibility study setiap proyek penugasan tersebut. Baca juga: Ditangani Jakpro, Pembangunan Stadion BMW Diharapkan Lebih Cepat Rampung Dwi menyebut, Jakpro juga tidak akan mengambil keuntungan saat ditugaskan membangun stadion di Taman BMW, Jakarta Utara, dan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Satu-satunya proyek yang akan memiliki profit yakni pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) dengan down payment (DP) 0 rupiah. “Enggak ada (profit), kecuali yang DP 0 saja. Misalnya nanti saya bangun stadionnya pemprov, saya bangun revitalisasi TIM, saya enggak ada profit,” kata Dwi. Meskipun tidak memiliki profit, Dwi memastikan Jakpro akan mengerjakan proyek penugasan dengan sungguh-sungguh. Pemprov DKI akan memberikan penyertaan modal daerah (PMD) kepada BUMD tersebut untuk membangun proyek penugasan. “Kalau memang ada penugasan, ini saya akan kerjakan dengan benar, tapi jangan dipersepsikan bahwa kita akan mengambil untung dari PMD itu, dari penugasan itu,” ucap dia. Jakpro diketahui mengajukan PMD sebesar Rp 3,148 triliun dalam APBD DKI Jakarta 2019. Rinciannya, Rp 1,5 triliun untuk membangun stadion di Taman BMW, Rp 648 miliar untuk pengadaan lahan program rumah dengan down payment (DP) nol rupiah, Rp 500 miliar untuk revitalisasi Taman Ismail Marzuki, dan Rp 500 miliar untuk membeli lahan eks Kedutaan Besar Inggris. Baca juga: PT Jakpro: Status Lahan Eks Kedubes Inggris Sudah Clear Semuanya merupakan proyek penugasan dari Pemprov DKI Jakarta. Namun, pengajuan PMD itu terganjal Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Pemprov DKI Jakarta kepada Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo. Dalam perda itu, batas PMD Jakpro ditetapkan Rp 10 triliun. Jakpro sudah menerima modal sebesar Rp 9,4 triliun dari limit tersebut. Oleh karena itu, Jakpro mengajukan revisi perda berisi pengajuan modal tambahan menjadi menjadi Rp 30 triliun. Namun, revisi perda yang diajukan belum dibahas DPRD DKI Jakarta. Video Pilihan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Bangun Proyek Penugasan dari DKI, Jakpro Tak Dapat Profit Kecuali Proyek DP 0”, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/24/20392531/bangun-proyek-penugasan-dari-dki-jakpro-tak-dapat-profit-kecuali-proyek.
Penulis : Nursita Sari
Editor : Robertus Belarminus

Check Also

Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-06-2018 *** Local Caption *** Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-6-2018(KOMPAS/AGUS SUSANTO)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemprov DKI Bagikan Karung Agar Warga Tak Buang Sampah ke Kali", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/18/14160901/pemprov-dki-bagikan-karung-agar-warga-tak-buang-sampah-ke-kali. 
Penulis : Nursita Sari
Editor : Andri Donnal Putera

Pemprov DKI Bagikan Karung Agar Warga Tak Buang Sampah ke Kali

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau warga untuk tidak …