Home / Kliping / Dubes Inggris Temui Anies, Tawarkan Pinjaman untuk Bangun Infrastruktur
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jumat (26/10/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dubes Inggris Temui Anies, Tawarkan Pinjaman untuk Bangun Infrastruktur", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/26/14340011/dubes-inggris-temui-anies-tawarkan-pinjaman-untuk-bangun-infrastruktur. 
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Egidius Patnistik
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jumat (26/10/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dubes Inggris Temui Anies, Tawarkan Pinjaman untuk Bangun Infrastruktur", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/26/14340011/dubes-inggris-temui-anies-tawarkan-pinjaman-untuk-bangun-infrastruktur. Penulis : Nibras Nada Nailufar Editor : Egidius Patnistik

Dubes Inggris Temui Anies, Tawarkan Pinjaman untuk Bangun Infrastruktur

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jumat (26/10/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dubes Inggris Temui Anies, Tawarkan Pinjaman untuk Bangun Infrastruktur", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/26/14340011/dubes-inggris-temui-anies-tawarkan-pinjaman-untuk-bangun-infrastruktur.  Penulis : Nibras Nada Nailufar Editor : Egidius Patnistik
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jumat (26/10/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

JAKARTA, KOMPAS.com – Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jumat (26/10/2018). Usai shalat Jumat di Masjid Fatahillah Balai Kota, Malik menyampaikan adanya tawaran pinjaman dari Inggris untuk Jakarta. “Hari ini kami berdiskusi soal infrastruktur, ada banyak pengalaman dari Inggris yang bisa dibagikan. Ada banyak dalam industri infrastruktur yang terletak di Jakarta. Juga ada tawaran keuangan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur,” kata Malik di Balai Kota, Jumat siang. Malik menjelaskan pemerintah Inggris mempunya lembaga UK Export Finance. Lembaga itu mengurusi kerja sama dalam bentuk pendanaan dari Inggris untuk negara lain. Baca juga: Duta Besar Inggris Jembatani Kerja Sama Bandung dengan Skotlandia “Untuk Indonesia, mereka sudah mengalokasikan anggaran 5 miliar US dollar. Itu bisa digunakan oleh perusahaan Inggris dan Indonesia, lembaga Indonesia, untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur,” kata Malik. Malik menjelaskan UK Export Finance bisa bekerja sama dengan PT Jakarta Propertindo, BUMD yang berfokus di pembangunan infrastruktur untuk menambah anggaran. Harapannya, pinjaman dari Inggris bisa digunakan untuk membangun infrastruktur yang diperlukan rakyat Jakarta. “Inggris bersiap diri bersaing dengan tawaran dari Jepang dan China, khususnya karena ada budget tahun depan. Jadi kami berkomitmen meningkatkan kapabilitas tawaran kami untuk bersaing dengan tawaran negara lain,” ujar Malik. Anies mengatakan, infrastruktur yang tengah diminati saat ini meliputi transportasi dan pengembangan transit oriented development (TOD). “Untuk infrastruktur kami mendiskusikan potensi tentang pengembangan TOD, lalu pengelolaan teknologi dengan pendekatan berkelanjutan atau green technology, kemudian integrasi transportation,” ujar Anies. Selain mendiskusikan soal infrastruktur, Anies menyebut ada pula tawaran kerja sama di bidang kebudayaan, pendidikan, dan industri kreatif.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Dubes Inggris Temui Anies, Tawarkan Pinjaman untuk Bangun Infrastruktur”, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/26/14340011/dubes-inggris-temui-anies-tawarkan-pinjaman-untuk-bangun-infrastruktur.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Egidius Patnistik

Check Also

Pendataan Aset Pemprov DKI Sudah 75 Persen

Pendataan aset-aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mencapai 75 persen. Kepastian aset tersebut …