Home / Kliping / 10 Menit Bersama Luhut: Musuh Bersama Kita adalah Sampah Plastik
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/10/2018)(KOMPAS.com/Putri Syifa Nurfadilah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Menit Bersama Luhut: Musuh Bersama Kita adalah Sampah Plastik", https://sains.kompas.com/read/2018/10/31/063000523/10-menit-bersama-luhut-musuh-bersama-kita-adalah-sampah-plastik. 

Editor : Heru Margianto
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/10/2018)(KOMPAS.com/Putri Syifa Nurfadilah) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Menit Bersama Luhut: Musuh Bersama Kita adalah Sampah Plastik", https://sains.kompas.com/read/2018/10/31/063000523/10-menit-bersama-luhut-musuh-bersama-kita-adalah-sampah-plastik. Editor : Heru Margianto

10 Menit Bersama Luhut: Musuh Bersama Kita adalah Sampah Plastik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/10/2018)(KOMPAS.com/Putri Syifa Nurfadilah) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Menit Bersama Luhut: Musuh Bersama Kita adalah Sampah Plastik", https://sains.kompas.com/read/2018/10/31/063000523/10-menit-bersama-luhut-musuh-bersama-kita-adalah-sampah-plastik.  Editor : Heru Margianto
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/10/2018)(KOMPAS.com/Putri Syifa Nurfadilah)

BARU saja Nusa Dua ditinggalkan oleh puluhan ribu peserta pertemuan IMF-Bank Dunia yang tercatat sukses (dan diklaim lebih murah). Masih di bulan yang sama, gedung BNDCC dan BICC Nusa Dua sudah kembali menjamu tamu manca negara untuk perhelatan Our Ocean Conference (OOC) 2018. Konferensi tahunan internasional yang fokus pada komitmen bersama untuk bertindak untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan perairan dunia. Kemenko Kemaritiman tentu menjadi yang paling berkepentingan untuk apa pun seputar lautan dan menjadi tuan rumah dari konferensi 3 hari ini. Para pemikir, aktivis, dan peneliti terkemuka dunia dalam bidang kemaritiman bergabung dengan pemerintah negara-negara, dan perusahaan-perusahaan yang peduli dengan laut, untuk mencari solusi bersama mengatasi permasalahan laut dunia, dan mengubahnya menjadi peluang. Hanya 10 menit waktu yang saya miliki untuk berbicara dengan sang tuan rumah, Luhut Binsar Panjaitan. Baca juga: Menteri Susi: Sudah Ada 633 Komitmen Ditanda Tangani di OOC 2018 Tapi, 10 menit itu sudah cukup memberi saya gambaran tentang apa yang sudah berhasil, dan apa yang masih belum memuaskan dari upaya Indonesia, sebagai salah satu negara produsen sampah lautan terbesar di dunia, untuk menurunkan peringkatnya yang bisa dikatakan memalukan ini. Tanpa duduk, Luhut langsung menjawab pertanyaan saya tentang komitmen Presiden Jokowi untuk menurunkan volume sampah plastik Indonesia higga 70 persen, sebuah target yang mungkin bagi sebagian pihak terdengar mustahil. “Angka itu memang untuk menunjukkan besarnya komitmen kita. Dalam pidato saya di World Economic Forum (Vietnam, September 2018), di PBB (New York, Juni, 2017) menunjukkan bahwa riset dan studi mengenai itu sudah banyak. Sekarang bagaimana action plan (rencana aksi) kita? Apakah kita sukses mencapainya di 2025 atau 2030 tergantung kita semua, tapi mestinya kalau kita sepakat, menurut saya bisa tercapai,” jelas Luhut  Apa kabar “Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut”? Salah satu kebijakan yang pernah diambil oleh pemerintah untuk mewujudkan targetnya itu adalah dengan menuangkannya dalam sebuah peta jalan bernama “Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut”. Rencana aksi ini melingkupi langkah mengatasi sampah di hilir, pengembangan plastik ramah lingkungan, pengenaan pajak pada plastik sekali pakai, mengembangkan proyek aspal dengan campuran plastik untuk proyek jalan nasional, dan sejumlah aksi lainnya. Lalu, bagaimana kesuksesan Indonesia menjalankan rencana tersebut sejauh ini sejak dibeberkan ke dunia dalam Our Ocean Conference di Malta tepat setahun lalu? “Menurut dunia Internasional sih luar biasa. Kita dikatakan sebagai champion dalam bidang ini. Tapi kalau saya sendiri sih belum puas,” kata Luhut. “Masih banyak yang harus kita selesaikan,” tegas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “10 Menit Bersama Luhut: Musuh Bersama Kita adalah Sampah Plastik”, https://sains.kompas.com/read/2018/10/31/063000523/10-menit-bersama-luhut-musuh-bersama-kita-adalah-sampah-plastik.

Editor : Heru Margianto

Check Also

Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-06-2018 *** Local Caption *** Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-6-2018(KOMPAS/AGUS SUSANTO)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemprov DKI Bagikan Karung Agar Warga Tak Buang Sampah ke Kali", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/18/14160901/pemprov-dki-bagikan-karung-agar-warga-tak-buang-sampah-ke-kali. 
Penulis : Nursita Sari
Editor : Andri Donnal Putera

Pemprov DKI Bagikan Karung Agar Warga Tak Buang Sampah ke Kali

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau warga untuk tidak …