Home / Kliping / Vendor Tak Penuhi Kualifikasi, DKI Batal Perbaiki 40 JPO Tahun Ini
Tiang jembatan penyeberangan orang (JPO) di dekat RS Sumber Waras, Jakarta Barat, miring dan terlepas dari alas beton akibat ditabrak bus transjakarta, Selasa (25/9/2018) pagi pukul 06.08 WIB.(RIMA WAHYUNINGRUM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Vendor Tak Penuhi Kualifikasi, DKI Batal Perbaiki 40 JPO Tahun Ini ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/01/11321161/vendor-tak-penuhi-kualifikasi-dki-batal-perbaiki-40-jpo-tahun-ini. 
Penulis : Nursita Sari
Editor : Andri Donnal Putera
Tiang jembatan penyeberangan orang (JPO) di dekat RS Sumber Waras, Jakarta Barat, miring dan terlepas dari alas beton akibat ditabrak bus transjakarta, Selasa (25/9/2018) pagi pukul 06.08 WIB.(RIMA WAHYUNINGRUM) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Vendor Tak Penuhi Kualifikasi, DKI Batal Perbaiki 40 JPO Tahun Ini ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/01/11321161/vendor-tak-penuhi-kualifikasi-dki-batal-perbaiki-40-jpo-tahun-ini. Penulis : Nursita Sari Editor : Andri Donnal Putera

Vendor Tak Penuhi Kualifikasi, DKI Batal Perbaiki 40 JPO Tahun Ini

Tiang jembatan penyeberangan orang (JPO) di dekat RS Sumber Waras, Jakarta Barat, miring dan terlepas dari alas beton akibat ditabrak bus transjakarta, Selasa (25/9/2018) pagi pukul 06.08 WIB.(RIMA WAHYUNINGRUM) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Vendor Tak Penuhi Kualifikasi, DKI Batal Perbaiki 40 JPO Tahun Ini ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/01/11321161/vendor-tak-penuhi-kualifikasi-dki-batal-perbaiki-40-jpo-tahun-ini.  Penulis : Nursita Sari Editor : Andri Donnal Putera
Tiang jembatan penyeberangan orang (JPO) di dekat RS Sumber Waras, Jakarta Barat, miring dan terlepas dari alas beton akibat ditabrak bus transjakarta, Selasa (25/9/2018) pagi pukul 06.08 WIB.(RIMA WAHYUNINGRUM)

JAKARTA, KOMPAS.com – Perbaikan 40 jembatan penyeberangan orang (JPO) batal dilakukan pada 2018. Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hans Mahendra mengatakan, perbaikan JPO dibatalkan karena gagal lelang pengadaan. “Kami telah melakukan usaha maksimal untuk melelangkan program pemeliharaan JPO dan halte, tetapi gagal dalam proses lelangnya,” ujar Hans melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Kamis (1/11/2018). Baca juga: JPO Jembatan Gantung Akan Dibangun Ulang dan Ditinggikan Pengadaan lelang melalui Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta ini gagal karena tidak ada vendor yang memenuhi kualifikasi. Lelang lewat competitive catalog di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mendapatkan kontraktor terbaik juga tidak berjalan. “Lelang umum di BPPBJ. Vendor tidak lulus kualifikasi,” kata Hans. Baca juga: Revitalisasi JPO, Halte Transjakarta Bundaran Senayan dan Polda Metro Akan Ditutup Dengan gagalnya lelang dan perbaikan 40 JPO itu, anggaran Rp 15 miliar dalam APBD DKI 2018 tidak akan terserap. Satgas Dinas Bina Marga akhirnya hanya melakukan perbaikan darurat pada JPO-JPO yang rusak itu. “Untuk beautifikasi secara massal gagal. Kami akan gunakan satgas untuk perbaikan-perbaikan yang bersifat darurat, (seperti) memperbaiki yang karat-karat dan lubang, serta pengecatan untuk memperlambat laju pengaratan,” ucap Hans. Untuk perbaikan keseluruhan, Hans menyebut lelang akan dilakukan ulang pada 2019. Dinas Bina Marga akan mengajukan lelang itu kepada BPPBJ lebih awal pada tahun depan. JPO yang akan diperbaiki antara lain JPO Jembatan Gantung Daan Mogot, JPO Jalan Medan Merdeka Barat, dan JPO Halte UI. Hans menyampaikan, perbaikan ini tidak termasuk untuk JPO Pasar Minggu yang roboh. “JPO Pasar Minggu akan menggunakan dana KLB (koefisien lantai bangunan swasta),” tutur dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Vendor Tak Penuhi Kualifikasi, DKI Batal Perbaiki 40 JPO Tahun Ini “, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/01/11321161/vendor-tak-penuhi-kualifikasi-dki-batal-perbaiki-40-jpo-tahun-ini.
Penulis : Nursita Sari
Editor : Andri Donnal Putera

Check Also

Pendataan Aset Pemprov DKI Sudah 75 Persen

Pendataan aset-aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mencapai 75 persen. Kepastian aset tersebut …