Home / Kliping / Instruksi Gubernur DKI Antisipasi Banjir di Musim Hujan…
Ilustrasi banjir di Jakarta.(KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Instruksi Gubernur DKI Antisipasi Banjir di Musim Hujan...", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/12/18591631/instruksi-gubernur-dki-antisipasi-banjir-di-musim-hujan. 
Penulis : Nursita Sari
Editor : Kurnia Sari Aziza
Ilustrasi banjir di Jakarta.(KOMPAS/RADITYA HELABUMI) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Instruksi Gubernur DKI Antisipasi Banjir di Musim Hujan...", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/12/18591631/instruksi-gubernur-dki-antisipasi-banjir-di-musim-hujan. Penulis : Nursita Sari Editor : Kurnia Sari Aziza

Instruksi Gubernur DKI Antisipasi Banjir di Musim Hujan…

Ilustrasi banjir di Jakarta.(KOMPAS/RADITYA HELABUMI) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Instruksi Gubernur DKI Antisipasi Banjir di Musim Hujan...", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/12/18591631/instruksi-gubernur-dki-antisipasi-banjir-di-musim-hujan.  Penulis : Nursita Sari Editor : Kurnia Sari Aziza
Ilustrasi banjir di Jakarta.(KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah memberikan beberapa instruksi kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan. Salah satunya untuk mempercepat pembangunan drainase. “Pertama adalah mempercepat pembangunan drainase, kemudian pengerukan, dan saluran-saluran air,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018). Baca juga: Got Mampet Sebabkan Banjir di Kampung Luar Batang Anies mengatakan, drainase vertikal untuk menyerap air hujan akan dibangun di gang-gang permukiman padat penduduk hingga perkantoran. Warga dan kantor-kantor yang membangun drainase vertikal akan diberi insentif. “Tapi ini tidak dilakukan di tempat-tempat yang memang tanahnya sudah tidak bisa lagi menyerap air. Di tempat yang tanahnya sudah tidak bisa lagi menyerap air, yang dilakukan adalah pemompaan,” kata dia. Baca juga: Atasi Banjir, Pemkot Bekasi Akan Bangun Polder Air Ciketing Udik Siagakan pompa air Instruksi lainnya adalah menyiagakan pompa air di titik-titik rawan banjir dan genangan. Menurut Anies, kondisi pompa air yang dimiliki Pemprov DKI berfungsi dengan baik. “Kedua adalah menyiagakan pompa-pompa air pada titik-titik yang rawan banjir karena sifatnya genangan atau lebih rendah, ada lebih dari 450 pompa,” ucapnya. Baca juga: Jalur Andir Beleendah dan Dayeuh Kolot Banjir, Lalu Lintas di Kabupaten Bandung Tersendat Siapkan rekayasa lalu lintas Anies juga menginstruksikan rekayasa lalu lintas di lokasi rawan banjir. Menurut Anies, masih ada lebih dari 30 titik rawan banjir di Jakarta. Namun, tidak ada antisipasi rekayasa lalu lintas yang disiapkan sehingga masyarakat terdampak banjir dan genangan. Baca juga: Atasi Banjir Kabupaten Bandung, Ridwan Kamil Ingin Tambah Kolam Retensi “Kami melakukan rekayasa lalu lintas di tempat-tempat yang rawan pada banjir,” kata Anies. Simulasi tanggap banjir Pemprov DKI Jakarta juga akan menggiatkan sosialisasi di pemukiman warga yang berpotensi banjir pada musim hujan ini. Salah satunya untuk meningkatkan kesiagaan warga. Baca juga: Antisipasi Banjir Kiriman, Kali Banjir Kanal Barat Mulai Dibersihkan “Kami akan melakukan simulasi tanggap banjir, mulai dari simulasi rekayasa lalu lintas sampai simulasi evakuasi dini bagi warga yang tinggal di tempat-tempat yang rawan banjir,” ujar Anies. Kesiapan logistik Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah membicarakan kesiapan logistik saat terjadinya banjir, contohnya air bersih dan sanitasi. “Kemudian memastikan bahwa mekanisme penyaluran bantuan di berbagai tempat itu berlangsung dengan cepat dan tepat sasaran,” tutur Anies. Baca juga: Antisipasi Banjir, DKI Berencana Tambah Pompa di Kali Sentiong Siagakan 1.400 relawan pelapor banjir Hal lain yang dilakukan Pemprov DKI yakni menyiagakan 1.400 relawan yang sudah terverifikasi untuk melaporkan titik banjir dan menginformasikan peringatan dini. Menurut Anies, Pemprov DKI selama ini menerima laporan banjir dan harus memverifikasinya lagi. Sebab, laporan yang masuk belum diketahui validitasnya. “Tidak bisa lagi ke depan kami menerima laporan secara random dari pihak-pihak yang tidak terverifikasi. Karena itu, mulai sekarang kami sudah memiliki 1.400 orang yang terverifikasi di seluruh wilayah Jakarta, yang ketika dia mengirimkan laporan, maka laporan itu tidak perlu kami cek ulang lagi,” kata Anies. Baca juga: Cegah Banjir, DKI Akan Bangun Tanggul Temporer di Cipinang Melayu Dia menyampaikan, 1.400 relawan itu merupakan ketua RT, ketua RW, lembaga musyawarah kelurahan (LMK), dan forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM). Mereka diseleksi Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta. Ribuan relawan itu sudah memiliki pengetahuan soal cara menyampaikan laporan dengan akurat. Dengan demikian, Pemprov DKI bisa merespons laporan itu lebih cepat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Instruksi Gubernur DKI Antisipasi Banjir di Musim Hujan…”, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/12/18591631/instruksi-gubernur-dki-antisipasi-banjir-di-musim-hujan.
Penulis : Nursita Sari
Editor : Kurnia Sari Aziza

Check Also

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi usai meninjau lokasi kebakaran di Jalan Tomang Raya RT 002/RW 015, Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Senin (21/1/2019).(Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUM)

Sering Kebakaran di Jakarta Barat, Wali Kota Imbau Warga Pastikan Instalasi Listrik Sesuai Standar

JAKARTA,KOMPAS.com – Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan perlunya menumbuhkan rasa waspada atas terjadinya …