Home / Kliping / Bekasi Masih Rawan Banjir karena Polder Air Belum Maksimal
Ilustrasi banjir Samarinda (Kontributor Samarinda, Gusti Nara 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bekasi Masih Rawan Banjir karena Polder Air Belum Maksimal", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/14/16044971/bekasi-masih-rawan-banjir-karena-polder-air-belum-maksimal. 
Penulis : Dean Pahrevi
Editor : Andri Donnal Putera
Ilustrasi banjir Samarinda (Kontributor Samarinda, Gusti Nara Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bekasi Masih Rawan Banjir karena Polder Air Belum Maksimal", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/14/16044971/bekasi-masih-rawan-banjir-karena-polder-air-belum-maksimal. Penulis : Dean Pahrevi Editor : Andri Donnal Putera

Bekasi Masih Rawan Banjir karena Polder Air Belum Maksimal

Ilustrasi banjir Samarinda (Kontributor Samarinda, Gusti Nara  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bekasi Masih Rawan Banjir karena Polder Air Belum Maksimal", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/14/16044971/bekasi-masih-rawan-banjir-karena-polder-air-belum-maksimal.  Penulis : Dean Pahrevi Editor : Andri Donnal Putera
Ilustrasi banjir Samarinda (Kontributor Samarinda, Gusti Nara

BEKASI, KOMPAS.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi Arief Maulana mengatakan, penyebab Kota Bekasi masih kerap dilanda banjir ialah karena fungsi polder air yang belum berfungsi maksimal. Arief mengatakan, di Kota Bekasi terdapat 30 polder yang berfungsi menampung air jika hujan turun. Namun, 30 polder itu belum bisa bekerja maksimal karena baru 11 polder yang memiliki mesin pompa untuk menyedot air di jalan ke penampungan air. ” Polder tanpa mesin pompa dan prasarana lainnya itu kurang maksimal. Karena pompa itu kan yang menarik air ke penampungan,” kata Arief kepada Kompas.com, Rabu (14/11/2018). Baca juga: Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor Adapun 13 dari 30 polder itu dibangun oleh Pemerintah Kota Bekasi. Sedangkan 17 polder sisanya dibangun oleh pihak swasta. Polder air merupakan sebidang lahan yang dikelilingi tanggul buatan. Pompa berfungsi menyedot air dari jalan dan dialirkan ke polder tersebut sebagai penampung air. Arief menambahkan, alasan masih terdapatnya polder air yang belum memiliki mesin pompa karena keterbatasan anggaran kota Bekasi. Mengingat harga mesin pompa itu cukup mahal. “Ya lumayan mahal ya, satu rumah pompa itu beserta prasarana lainnya bisa Rp 2,5 miliar ya. Kami kekurangan anggaran tapi kami upayakan dengan minta bantuan ke Pemprov atau ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR,” ujar Arief. Baca juga: Waspada Tiga Titik Rawan Banjir di Depok Mesin pompa yang dibutuhkan polder air untuk Kota Bekasi itu adalah yang mampu menyedot minimal 250 meter kubik per detik. “Jangan sampai misal air segelas, pompanya cuma mampu menyedot setengah gelas, meluber nanti. Yang kami butuhkan pompa yang bisa menyedot satu setengah gelas jadi cepat,” pungkas Arief. Sebagai upaya menanggulangi banjir, Pemkot Bekasi pun akan membeli empat mesin pompa, bangun polder air Ciketing Udik, Bantar Gebang, dan polder air Kempo, Pondok Gede. Baca juga: Ratusan Rumah di 7 Desa Cilacap Terendam Banjir Anggaran untuk tiga proyek tersebut sudah diusulkan pada APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kota Bekasi tahun 2019. Untuk biaya pembangunan polder air Ciketing Udik dan Kempo, Pemkot menganggarkan sekitar Rp 50 miliar. Sedangkan untuk membeli empat mesin pompa dan bangun sarana prasarana polder air lainnya membutuhkan sekitar Rp 10 miliar. Diketahui, terdapat 49 titik rawan banjir di Kota Bekasi. Namun yang menjadi titik terparah seringkali terjadi di Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bantar Gebang, Jatiasih, Medan Satria, dan Bekasi Barat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Bekasi Masih Rawan Banjir karena Polder Air Belum Maksimal”, https://megapolitan.kompas.com/read/2018/11/14/16044971/bekasi-masih-rawan-banjir-karena-polder-air-belum-maksimal.
Penulis : Dean Pahrevi
Editor : Andri Donnal Putera

Check Also

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi usai meninjau lokasi kebakaran di Jalan Tomang Raya RT 002/RW 015, Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Senin (21/1/2019).(Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUM)

Sering Kebakaran di Jakarta Barat, Wali Kota Imbau Warga Pastikan Instalasi Listrik Sesuai Standar

JAKARTA,KOMPAS.com – Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan perlunya menumbuhkan rasa waspada atas terjadinya …