Home / Kegiatan / Pertemuan dengan Tim Pakar Waduk Lepas Pantai
WhatsApp Image 2018-11-19 at 14.29.41

Pertemuan dengan Tim Pakar Waduk Lepas Pantai

Jakarta, 19 November 2018.  Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Ligkungan Hidup menjalankan pertemuan dengan Tim Pakar Waduk Lepas Pantai (WLP) Bappenas. Kegiatan ini guna mendiskusikan mengenai konsep Waduk Lepas Pantai (WLP) Teluk Jakarta. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kementrian PPN atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dinas Perindustrian dan Energi (DPE), Dinas Sumber Daya Air (DSDA), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP), dan PD PAL Jaya.

Adapun diskusi tersebut bertujuan memberikan informasi kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya tentang Pengembangan terpadu kawasan pesisir pantai Utara Jawa, dengan Konsep Waduk Lepas Pantai (WLP) di Teluk Jakarta.

  1. Saat ini terdapat beberapa permasalahan di wilayah pesisir pantai utara pulau jawa, diantaranya: (i) Konversi lahan mangrove, berkurangnya mangrove menjadikan kawasan pantura rawan abrasi pantai; (ii) Perubahan iklim, kenaikan muka air laut menyebabkan banjir rob di area pesisir pantura; (iii) Penurunan muka air laut, penurunan tanah menjadikan pantura rawan banjir yang diperparah kenaikan muka air laut; (iv) Pencemaran limbah, pembuangan limbah membuat ikan menjauh ke lepas pantai sehingga sulit dijangkau nelayan kecil; (v) Kelangkaan air, kekeringan menyebabkan air menjadi langka dan tidak diimbangi dengan lahan tampung air; serta (vi) Keterbatasan lahan,
  2. Berdasarkan data tahun 2016, bahwa Land Subsidence (Penurunan tanah) di pesisir utara pulau jawa khususnya di DKI Jakarta tercatat 1-15 cm/ tahun. Selain itu, banjir yang terjadi di pantai utara pulau jawa pada tahun 2017-2018 khususnya di DKI Jakarta tercatat 15 cm. oleh karena itu perlu adanya penanganan lebih lanjut sebagai upaya mitigasi bencana Pantai Utara Pulau Jawa.WhatsApp Image 2018-11-19 at 14.29.42

Adapun urgensi yang mengharuskan pemgembangan pesisir di ibukota Negara yakni, (i) Penurunan muka air tanah (terus terjadi dan diprediksi mencapai 10 cm/tahun); (ii) Jakarta akan mengalami krisis air; (iii) seluruh wilayah Jakarta Utara sudah berada di bawah permukaan laut; (iv) Eksploitasi air tanah; (v) banjir dan rob; (vi) tekanan terhadap kebutuhan lahan; (vii) Progres Jakarta Sewerage System (JSS) lambat sedangkan polusi di badan air terus meningkat; (viii) Perlu adanya tindak lanjut terhadap rencana reklamasi di Teluk Jakarta.

  1. Peyelenggaraan konsep Waduk Lepas Pantai menyediakan lahan untuk mendukung pengembangan infrastruktur, seperti:
  • Dengan adanya permasalahan transportasi darat di Jabodetabek, ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan sebagai solusinya seperti integrasi sistem jaringan jalan dan rel di darat dan lepas pantai,
  • Dengan adanya kebutuhan lahan yang tinggi, perlu adanya pengembangan wilayah daratan, seperti yang telah dilakukan oleh Negara-negara maju seperti perluasan pesisir di timur China, perluasan Kota Tokyo, dan perluasan Korea Selatan.
  • Keberadaan Jakarta Sewerage System (JSS) yang sedang dibangun bisa disinergikan dengan pengolan hilir waduk lepas pantai, serta pengolahan di hulu akan meningkatkan performance treeatment plant di hilir.
  • Konsep waduk lepas pantai menyediakan lahan untuk mendukung pengembangan infrastruktur Bandara Soekarno Hatta sehingga mampu menuju bersaing untuk menjadi internasional Hub.
  1. Adapun konsep untuk Waduk Lepas Pantai (WLP) Teluk Jakarta, yaitu:
  • Solusi banjir dan Rob melalui sistem polder
  • Pengembangan infrastruktur transportasi baik darat, laut, dan udara
  • Solusi keterbatasan air baku dan peningkatan kualitas air
  • Potensi energi terbarukan (air dan surya)
  • Pelestarian dan perluasan ekosistem vegetasi
  • Pengembangan nelayan dan industri maritim
  • Perolehan daratan baru seluas ±8.000 ha (melalui penurunan muka air laut sebesar 5 Meter)
  • Total biaya pembangunan seluruh komponen WLP ± RP 170 Triliun à ± RP 2,1 Juta/ m2

Adapun tindak lanjut dari pertemuan tersebut adalah akan diadakannya pertemuan kembali terkait kajian terperinci akan hal – hal detail yang perlu ditinjau kembali dan dibahas pada pertemuan selanjutnya

 

Check Also

diskusi terbatas

Diskusi Terbatas STRATEGI PENGEMBANGAN TERPADU DKI JAKARTA

Isu utama pengembangan metropolitan Jakarta adalah fragmented governance dan bekerja dalam silo. Upaya penanganannya berupa …