Home / Kliping / Tren Ruang Kantor Serba Terbuka
tren ruang kantor

Tren Ruang Kantor Serba Terbuka

tren ruang kantor

KOMPAS.com – Ruang kerja tanpa sekat atau open office menjadi tren di banyak perusahaan. Desain ruang kantor terbuka dianggap memberikan kebebasan bagi karyawan untuk berinteraksi, serta lebih terbuka dalam komunikasi. Melansir Fortune, konsep ruang kantor terbuka sebenarnya lazim digunakan sebelum tren kantor berkubikel mulai popular pada 1960-an. Munculnya pembatas partisi ini menawarkan kebebasan dan privasi bagi karyawan. Ruang kantor terbuka Berdasarkan video yang diunggah oleh Vox, konsep open office awalnya digunakan oleh sebuah kantor pos di London sekitar tahun 1872. Kemudian arsitek Frank Lloyd Wright merancang kantor terbuka digunakan di Racine, Wisconsin pada 1939, tepatnya di gedung SC Johnson Building.

Di tempat ini, Wright mendesain ruangan kantor terbuka yang dianggap sebagai masterpiece. Wright menggunakan material baru yang jarang digunakan pada masa itu untuk merancang ruangan, seperti metal, untuk menegaskan desain yang ia buat. Tak hanya merancang konsep dan desain ruang kantor, Wright juga merancang setiap detail furnitur yang digunakan. Tujuannya tak lain agar para karyawan yang bekerja menjadi lebih produktif dan nyaman. Setiap ruangan memiliki desaain yang berbeda, tergantung dari kebutuhan dan tipe pekerjaan karyawan. Konsep ini kemudian ditiru oleh berbagai perusahaan. Pada akhirnya, konsep ruang kantor terbuka menjadi salah kaprah. Banyak perusahaan yang menempatkan para pegawainya dalam satu ruangan besar, dengan tujuan menghemat ruang.

Konsep ruang kantor terbuka rancangan arsitek Frank Lloyd Wright

Lahirnya “Action Office” dan Kubikel Pada 1964, Chief Executive Robert Propst, Herman Miller merancang konsep “action office”. Konsep ini merupakan kritikan dari desain ruang kantor terbuka yang kurang memberikan privasi bagi karyawan. Rancangan Herman Miller memberikan ruang privasi lebih bagi para karyawan dengan menambahkan pembatas pada setiap area kerja. Ide utamanya adalah membuat privasi pekerja terjaga namun masih dapat berinteraksi dengan sesama kolega. Setiap ruang dirancang dengan konsep yang dinamis. Meski dibuat privat, namun setiap karyawan masih dapat bertatap muka dan berinteraksi.

Setiap ruang kerja dibatasi dengan sekat. Namun penggunaan sekat ini tidak dibarengi dengan desain yang sesuai. Penempatan sekat bahkan membuat ruang kerja menjadi lebih statis. Model ruang kerja ini menjadi populer pada dekade 80-an. Desain ruang perkantoran dengan kubikel akhirnya melahirkan reaksi akan ruang kantor yang lebih fleksibel. Pada dekade 90-an, konsep ruang terbuka mulai dimunculkan kembali. Fortune menulis, kini sebanyak 70 persen ruang kantor di Amerika Serikat menggunakan desain ruang terbuka, khususnya bagi perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan informasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tren Ruang Kantor Serba Terbuka”, https://properti.kompas.com/read/2018/11/02/134441121/tren-ruang-kantor-serba-terbuka.
Penulis : Rosiana Haryanti
Editor : Hilda B Alexander

Check Also

Permukiman padat di Bidaracina, di sepanjang bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2015). Bidaracina merupakan kawasan yang akan digusur terkait proyek normalisasi dan sodetan Kali Ciliwung.(KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES)

Proyek Sodetan Ciliwung Dimulai, Ini Proses Ganti Rugi terhadap Warga Bidara Cina

JAKARTA, KOMPAS.com – Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan …