Home / Kegiatan / Rapat Terkait Penyusunan Grand Desain Air Tanah DKI Jakarta
GDAT (1)

Rapat Terkait Penyusunan Grand Desain Air Tanah DKI Jakarta

GDAT (2)

Jakarta, 3 Desember 2018. Rapat Terkait Penyusunan Grand Desain Air Tanah DKI Jakarta dibuka oleh Bapak Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang Dan Lingkungan Hidup yang sebelumnya disampaikan kata sambutan oleh Perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Pertemuan ini dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Lingkungan Hidup, unsur Dinas Perindustrian dan Energi Prov. DKI Jakarta, Biro Perekonomian Setda DKI Jakarta, Bappeda Prov. DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air Prov. DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Prov. DKI Jakarta, Perwakilan dari PDAM Kota Salatiga serta Tokoh Masyarakat Kota Salatiga yang bergerak dan mempelopori terbentuknya komunitas sumur resapan air tanah. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk saling berbagi pengalaman dalam penanggulangan permasalahan air tanah DKI Jakarta oleh berbagai ahli dan praktisi serta membentuk Forum Komunikasi yang diperlukan untuk mewujudkan ide-ide baru dalam penyusunan Grand Design Air Tanah. Beberapa hal penting dalam pertemuan ini adalah:

  1. Dalam penyusunan Grand Design Air Tanah perlu mencakup road map dan action plan yang disesuaikan dengan RPJMD DKI Jakarta;
  2. Tersedianya Dinas Jangkar sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di bidang air tanah dalam hal ini adalah Dinas Perdagangan Perindustrian dan Energi DKI Jakarta
  3. Perwakilan Kedutaan Amerika Serikat menyampaikan bahwa cukup banyak ilmuwan di Indonesia yang memahami tentang air tanah maka dari itu perlu adanya saling tukar menukar informasi gagasan dan wawasan antara ilmuwan kedua negara untuk menanggulangi permasalahan air tanah di DKI Jakarta;
  4. Penerapan teknologi Water injection harus laksanakan dengan hati-hati karena perbedaan unsur air tanah dalam dengan unsur air permukaan hal ini berpotensi mengganggu kualitas lingkungan dan air tanah itu sendiri;
  5. Cara terbaik untuk menanggulangi permasalahan penggunaan air tanah dalam di DKI Jakarta adalah dengan penerapan sistem perpipaan air bersih walaupun awalnya investasi cukup mahal tapi bersifat jangka panjang sehingga akan memberi dampak kelestarian air tanah dalam dan mencegah Land Subsidance;
  6. DKI Jakarta perlu menjalin hubungan dengan daerah-daerah di sekitarnya untuk pemenuhan air bersih sehingga air tanah dalam (Deep Well) hanya digunakan sebagai cadangan air bilamana diperlukan;
  7. Perwakilan PDM Kota Salatiga menyampaikan bahwa Kota Salatiga hanya terdiri dari empat Kecamatan dan dihuni sekitar 192.000 Penduduk. Teknologi sumur resapan di Kota Salatiga terbukti efektif meningkatkan debit air. Dengan ukuran 2 x 2 meter ternyata sumur resapan memberi dampak positif terhadap penanggulangan banjir dan pelestarian mata air;

Desa Patemon, Kota Salatiga telah membangun 196 sumur resapan melalui Peraturan Desa (Perdes). Dalam peraturan tersebut pengguna tanah dan bangunan wajib memasukkan air hujan kedalam air tanah dengan membuat sumur resapan.

Check Also

APP SInarmas tindak lanjut

Pertemuan Tindak Lanjut Lokakarya Kolaborasi Menuju Sanitasi Jakarta Sehat

Setelah diselenggarakannya acara “Lokakarya Berkolaborasi Menuju Sanitasi Jakarta Sehat” pada hari Rabu 16 Januari 2019, Deputi …