Home / Kegiatan / Seri Diskusi Tematik TOD ‘Model Bisnis dalam Penyelenggaraan Kawasan TOD di Kawasan Jabodetabekjur’
model TOD

Seri Diskusi Tematik TOD ‘Model Bisnis dalam Penyelenggaraan Kawasan TOD di Kawasan Jabodetabekjur’

TOD (transit oriented development) menjadi topik hangat dalam berbagai ajang diskusi saat ini. Namun tidak banyak yang menyelenggarakan diskusi TOD secara lebih terarah dan berkala. Housing and Urban Development (HUD) Institute termasuk yang menanggapi serius isu ini. Termasuk menjalin kerjasama dalam mengembangkan Kerangka Pengembangan TOD dengan Kedeputian Gubernur DKI bidang TRLH dan PT. MRT. Nantinya hasil rangkaian diskusi ini akan menjadi masukan bagi penyusunan Kerangka Pengembangan TOD Jakarta.

Kali ini merupakan Diskusi TOD ke empat  bertema  ‘Model Bisnis dalam Penyelenggaraan Kawasan TOD di Kawasan Jabodetabekjur’ yang diselenggarakan pada tanggal 20 Desember 2018 di Jakarta.

Pada sesi pembukaan telah hadir memberi pencerahan dari KPPIP (Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas) Kemenko Perekonomian dan Mohammad Sahar Mat Din (Vice President AWQAF Malaysia) dan perwakilan Dewan Komisaris OJK.

Berbagai pihak hadir sebagai panelis yaitu Bank BTN, PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia), Jakarta Utban Propertindo, PT. MRT. Sementara penanggap diantaranya JAKPRO, PT. SMI, BPJT Kemen PUPR, BPTJ Kemenhub, akademisi UI, ITB. Kedeputian Gubernur bidang TRLH berperan sebagai moderator pada sesi diskusi.

Beberapa hal penting yang mengemuka diantaranya (i) ‘kota untuk semua’ menjadi konsep dasar pengembangan ruang kota; (ii) tata ruang menjadi penentu konstelasi keberadaan TOD. Pengembangan ruang kota perlu mengadopsi konsep Kota Kompak (Compact City) yang salah satu bentuk implementasinya adalah TOD. Revisi RTRW dan RDTR DKI Jakarta daat ini menjadi momentum yang tepat; (iii) salah kaprah TOD yang sekedar diartikan sebagai membangun properti sekitar stasiun perlu diluruskan; (iv) mengembangkan TOD perlu didukung oleh kebijakan, regulasi, skema pembiayaan, konsep kemitraan pemerintah, publik dan masyarakat, yang dihasilkan dari proses kolaboratif dan dituangkan dalam Kerangka Pengembangan TOD; (v) pengembangan TOD bersifat pengembangan kawasan; (vi) Land Value Capture menjadi konsep dasar dalam penyediaan pendanaan pengembangan kawasam TOD; (vii) pembelajaran kota dunia seperti Hongkong, Singapura, Sydney dan lainnya  perlu menjadi perhatian.

Diskusi dihadiri sekitar 60 peserta. Direncanakan diskusi berikutnya akan digelar pada bulan Januari 2019.

Check Also

sampah1

Rapat Koordinasi Terkait Pengelolaan Sampah Plastik DKI Jakarta

Jakarta, 20 Juni 2019. Menindaklanjuti hasil audiensi sebelumnya dari PT. Unilever Indonesia dan Badan Koordinasi …