Home / Kliping / BNPB Sebut Dampak Erupsi Anak Krakatau Tak Akan Sampai Jakarta dan Utara Jawa
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan dampak tsunami di Selat Sunda di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (28/12/2018)(Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan dampak tsunami di Selat Sunda di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (28/12/2018)(Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)

BNPB Sebut Dampak Erupsi Anak Krakatau Tak Akan Sampai Jakarta dan Utara Jawa

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Jakarta dan pantai utara Pulau Jawa aman dari ancaman tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia mengatakan, erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi menimbulkan longsor bawah laut yang bisa menimbulkan tsunami. Akan tetapi, tsunami tersebut diprediksi tak akan menjangkau Jakarta dan pantai utara Pulau Jawa. “Kemungkinan-kemungkinan potensi tsunami yang dibangkitkan dari longsor bawah laut, maupun erupsinya, hanya wilayah-wilayah ini (yang kemarin terdampak tsunami). Tidak akan sampai ke wilayah Jakarta, utara Jawa, dan sebagainya,” kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Sutopo mengatakan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah mengimbau masyarakat tak beraktivitas di radius 500 meter-1 kilometer dari bibir pantai di daerah yang terdampak tsunami pada Sabtu (22/12/2018). Daerah itu adalah Pandeglang, Kabupaten Serang, Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawan. “PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi) juga telah merekomendasikan di dalam radius 5 kilometer (Anak Krakatau), tidak boleh ada aktivitas, baik masyarakat, maupun wisatawan, kecuali untuk aktivitas penanganan darurat seperti penanganan gunung api,” lanjut Sutopo. Sebelumnya status Gunung Anak Krakatau dinaikkan menjadi siaga level III setelah sebelumnya berstatus waspada.

Perubahan status ini lantaran adanya peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terus meningkat sejak Rabu (27/12/2018) sore. Perubahan status ini dikonfirmasi oleh Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Anak Krakatau Kushendratno. “Betul, (status) naik siaga sejak hari ini pukul 06.00 WIB,” kata Kushendratno saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/12/2018). Naiknya status Gunung Anak Krakatau menjadi siaga level III membuat raidus bahaya diperluas dari sebelumnya dua kilometer menjadi lima kilometer. “Imbauan untuk warga untuk menghindari radius lima kilometer dari Gunung Anak Krakatau,” kata Kushendratno.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “BNPB Sebut Dampak Erupsi Anak Krakatau Tak Akan Sampai Jakarta dan Utara Jawa”, https://nasional.kompas.com/read/2018/12/28/17350931/bnpb-sebut-dampak-erupsi-anak-krakatau-tak-akan-sampai-jakarta-dan-utara.
Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Check Also

Petugas PPSU mengangkat limbah hewan kurban yang dibuang sembarangan oleh warga di Kali Ancol(JIMMY RAMADHAN AZHARI)

Petugas PPSU Angkat Limbah Hewan Kurban yang Dibuang ke Kali Ancol

JAKARTA, KOMPAS.com – Limbah hewan kurban ditemukan terapung di Kali Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada …