Home / Kegiatan / Pertemuan Forum Energi Jakarta
Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup memimpin Forum Energi
Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup memimpin Forum Energi

Pertemuan Forum Energi Jakarta

Jakarta, 24 Januari 2019Kedeputian Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup kembali menyelenggarakan Forum Energi Jakarta. Forum Energi Jakarta dipimpin oleh Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dengan didampingi oleh Asisten Deputi bidang Lingkungan Hidup. Forum tersebut dihadiri oleh Pemprov DKI Jakarta (Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi DKI Jakarta), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta,Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI Jakarta,Biro Perekonomian Setda Provinsi DKI Jakarta, Biro Umum Setda Provinsi DKI Jakarta), LSM (IIEE, MUI), Asosiasi (AESI, Green Building Council Indonesia),Asosiasi Kota Dunia (ICLEI), BUMD (PT Transjakarta), Swasta (STT-PLN dan Sekretariat Jakarta Berketahanan.

Forum Energi Kali ini dilakukan untuk pemaparan beberapa program dan materi yang dibawakan oleh beberapa narasumber terkait fokus DKI Jakarta dalam penggunaan energi. Diantaranya adalah Sdr. Edward N. mewakili Dinas Perindustrian dan Energi dengan topik Monitoring Penghematan Energi pada Gedung Pemda”; Ade J. mewakili Indonesian Institute for Energy Economics (IIEE) dengan topikRencana Implementasi EBT dan Duta Energi di DKI Jakarta”; Supriyadi mewakili STT-PLN dengan topik Peranan warga untuk Meningkatkan Efisiensi Energi dan Pengembangan Energi Terbarukan”; Wijanuar mewakili PT Transjakarta dengan topik “Uji Coba Bus Listrik”.

Dinas Perindustrian dan Energi (DPE) (mengenai “Monitoring Penghematan Energi pada Gedung Pemda”) menjabarkan target penghematan energi yang terdapat pada Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 156 Tahun 2012 yang dilihat dari 3 (tiga) aspek yaitu tenaga listrik, BBM dan air tanah. Kemudian DPE membikin program manajemen energi dimulai dari (i) Audit energi, (ii)Rekomendasi hasil audit dan (iii) Pemantauan dan pelaporan hemat energi.

Kemudian DPE mengajukan beberapa rekomendasi sebagai upaya untuk menekan konsumsi energi yang besar diantaranya (i) Memasang filter harmonik, (ii) Mengatur ulang setting nilai kVAR di capasitor bank, (iii) Beralih menggunakan lampu LED, (iv) mengadakan sosialisasi dan penyusunan tim energi sebagai manajemen energi, (v) menggunakan refrigeran jenis hidrokarbon dan (vi) Penggantian AC unit lama menjadi AC unit baru. DPE berniat membentuk gugus tugas penghematan energi dan air pada SKPD.

Indonesian Institute for Energy Economics(IIEE) dalam paparan topik Rencana Implementasi EBT dan Duta Energi di DKI Jakarta”, memaparkan mengenai program yang dibentuk dalam rangka penghematan energi yaitu Program Duta Energi. Program duta energi adalah program peningkatan kesadaran terkait penggunaan surya atap dan konservasi energi di sekolah. Program tersebut bermaksud untuk mendukung target pemerintah dalam bauran Energi Terbarukan, Konservasi Energi, dan Kebijakan Bangunan Gedung Hijau di DKI Jakarta.

Program tersebut memberikan sekolah- sekolah pemasangan PLTS. Kemudian dilakukan  berbagai kegiatan sosialisasi yang dilakukan disekolah- sekolah. Salah satunya adalah pemilihan duta energi yang dipercayakan ke beberapa murid. Saat ini IIEE telah mengimplementasikan program tersebut ke 10 sekolah di DKI Jakarta. Melalui kegiatan ini diharapkan kebiasaan baik dalam penghematan energi dapat ditanamkan sejak dini.

STT-PLN dalam topik Peranan warga untuk Meningkatkan Efisiensi Energi dan Pengembangan Energi Terbarukan”, menjelaskan tentang konsep yang telah dikembangan yaitu konsep listrik kerakyatan untuk warga dengan sumber energi bersih yang tersedia seperti Surya, Angin, dan Sampah. Energi dapat dikembangkan dengan konsep TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yaitu memberikan manfaat ganda yaitu mengurangi beban TPA dan frekuensi truk sampah serta membuka puluhan ribu peluang usaha bagi UMKM. TOSS sudah diimplementasikan di kabupaten Klungkung bersama PT Indonesia Powerdan berhasil menutup TPA di kabupaten setempat. Implementasinya dengan dilakukan beberapa tahapan yaitu dengan melakukan emberisasi, membuat lubang sistem daur ulang sampah (sidaus), digester, dan peuyeumisasi. Peuyeum sampah yang telah matang dihancurkan dengan mesin pencacah dan dicetak menjadi pelet atau briket. TOSS menjadi salah satu opsi untuk menerapkan konsep listrik kerakyatan.

PT Transjakarta dalam topik “Uji Coba Bus Listrik” menjelaskan tentang program Bus Listrik yang diajukan sebagai solusi penghematan bbm. Hal tersebut mempertimbangkan biaya akuisisi dari bus listrik 178% lebih besar dari bus diesel, operasional dan perawatan bus listrik lebih murah dibandingkan dengan bus diesel (termasuk biaya pengisian daya), kilometer tempuh tahunan diatas 60000 km, biaya total kepemilikan untuk bus listrik lebih murah daripada bus diesel,  dan technical feasibility dari bus listrik perlu dikaji dan diujicoba di dalam situasi operasional TJ. Kendalanya adalah tarif transjakarta akan bertambah jika diaplikasikan bus ini.

Setelah pemaparan serta diskusi yang dilakukan akhirnya rapat ditutup dengan beberapa tindak lanjut dan kesimpulan pada masing- masing program.

Check Also

WhatsApp Image 2019-08-15 at 11.01.04 (2)

Acara Peresmian Pembukaan Konvensi dan Pameran Internasional ke 7 Panas Bumi Indonesia 2019

Jakarta, 13 Agustus 2019. Menindaklanjuti disposisi Gubernur DKI Jakarta Nomor U3278.080819 perihal menghadiri acara peresmian …