Home / Kegiatan / Focus Group Discussion tentang Partisipasi Kelompok Agama dalam Pembangunan Rendah Emisi di DKI Jakarta
IMG_5989

Focus Group Discussion tentang Partisipasi Kelompok Agama dalam Pembangunan Rendah Emisi di DKI Jakarta

Jakarta, 14 Februari 2019. Kedeputian TRLH bekerjasama dengan ICLEI – Local Governments for Sustainability menyelenggarakan Focus Group Discussion tentang Partisipasi Kelompok Agama dalam Pembangunan Rendah Emisi di DKI Jakarta. FGD ini merupakan salah satu wujud kegiatan Ambitious City Promises(ACP) dan bertujuan membahas bentuk kontribusi yang dapat diberikan oleh kelompok agama dalam pengarustamaan efisiensi energi.

Kegiatan FGD dibuka oleh Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (TRLH), dan selanjutnya dipandu oleh ICLEI. Rapat dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup, Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH SDA) MUI, Sekretariat Jakarta Berketahanan, Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah, Perhimpunan Pemuda Muslim Indonesia (PPMI), Perseketuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Pemerhati Peduli Lingkungan Hidup, Keuskupan Agung Jakarta, Gerakan Orang Muda Peduli Sampah (Gropesh), Forum Masyarakat Katholik Indonesia (FMKI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi), Generasi Muda-Mudi Budha Indonesia (Gema Budhi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Pemuda Agama Khonghucu Indonesia (PAKIN), Siaga Bumi, Temu Kebangsaan (TEMBANG).

Disampaikan dalam FGD bahwa pendidikan moral dianggap sebagai pintu utama dalam pengarustamaan efisiensi energi. Namun, pendidikan moral perlu difokuskan pada pembelajaran yang bersifat kontekstual, bukan hanya tekstual. Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaranmemotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajarandengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural).

Secara umum, setiap perwakilan kelompok agama yang terdiri dari Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu, setuju tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Kelompok-kelompok tersebut juga siap berkontribusi dalam pengarustamaan efisiensi energi di DKI Jakarta. Beberapa kegiatan yang sepakat untuk dilakukan oleh setiap kelompok agama adalah i) penerapan konsep green buildingdi setiap rumah ibadah; ii) pembelajaran kontekstual melalui khotbah; iii) meminimalisir penggunaan material ibadah dan mengganti material ibadah/pembelajaran agama dengan bahan daur ulang; iv) gerakan penggunaan transportasi umum dan penyediaan tempat parkir sepeda di rumah ibadah; dan v) kompetisi hijau antar rumah ibadah.

IMG_3470 IMG_7756

Menindaklanjuti hasil FGD tersebut, ICLEI akan menjadwalkan workshop untuk menyusun modul mengenai khotbah/ceramah pelestarian lingkungan, dan modul eco-rumah ibadah. Selain itu akan pada tanggal 28 februari 2019, akan diselenggarakan lokakarya pembangunan rendah emisi yang diikuti oleh berbagai lapisan pemangku kepentingan untuk pendetailan rencana aksi yang telah disampaikan dalam FGD ini.

IMG_0215 IMG_5989

 

Check Also

Sesi MetroHUB dalam Isocarp World Congress 2019

Audiensi UN-Habitat

Jakarta, 12 September 2019. Kedeputian Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup …