Home / Kegiatan / Briefing Media menuju Konsultasi Publik II DKI Jakarta untuk Peningkatan Aksi Iklim Lokal yang Partisipatif dan Inklusif
IMG_8720

Briefing Media menuju Konsultasi Publik II DKI Jakarta untuk Peningkatan Aksi Iklim Lokal yang Partisipatif dan Inklusif

Jakarta, 1 Maret 2019. Dalam rangka pelaksanaan Konsultasi Publik II  pada tanggal 4 Maret 2019, ICLEI dan Kedeputian Tata Ruang dan Lingkungan Hidup sebagai inisiator program Program Ambitious City Promises (ACP)/Ikhtiar Jakarta menyelenggarakan briefing media dengan tajuk “Kopi Sore Bersama Media” di Anomali Coffee, Menteng, Jakpus. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup/TRLH beserta unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Dinas Lingkungan Hidup/DLH, Dinas Perindustrian dan Energi/DPE, dan Dinas Perhubungan/Dishub), perwakilan pemuda dan anak (Komunitas Pemuda Hijau Indonesia/KOPHI), perwakilan lembaga keagamaan (Parisada Hindu Dharma Indonesia/PHDI dan Siaga Bumi), perwakilan pelaku bisnis (Anomali Coffee), dan rekan media (Jakarta Post dan Equatorial).

Dalam acara tersebut, Deputi TRLH menyampaikan bahwa pemerintah tidak dapat lagi bekerja secara mandiri dalam menangani isu pembangunan, dibutuhkan bantuan dan dukungan dari pihak-pihak lain yang terkait. Dalam menanggapi isu pengurangan emisi gas rumah kaca, Pemprov DKI bekerjasama dengan ICLEI saat ini sedang menyusun Desain Besar (Grand Design/GD) yang melibatkan berbagai stakeholder. Dalam mendukung penyusunan GD, dibentuk forum ACP/Ikhtiar Jakarta yang berfungsi sebagai wadah penyampaian data, informasi, dan pengetahuan terkait. Sementara itu, ICLEI menyampaikan bahwa program ACP saat ini dilakukan di tiga negara, yaitu Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Program ACP di Indonesia (dikenal dengan Ikhtiar Jakarta), memiliki strategi pengarustamaan pengurangan emisi gas rumah kaca yang cukup unik dibandingkan 2 negara lainnya, yaitu berfokus pada partisipasi pelaku bisnis, pemuda dan anak, serta lembaga keagamaan.

Dalam acara tersebut rekan media menanyakan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta dan perwakilan berbagai lembaga yang hadir terkait pengurangan emisi gas rumah kaca. DLH menjawab telah dilakukan berbagai program pengurangan emisi gas rumah kaca. Contohnya perubahan bahan bakar bus transjakarta dari bensin menjadi Bahan Bakar Gas (BBG), dan perubahan bohlam lampu jalan menjadi LED. Untuk program BBG bus, saat ini DKI Jakarta telah memiliki ±700 bus BBG. Sementara itu, untuk program lampu LED disampaikan bahwa seluruh lampu penerangan jalan di DKI Jakarta telah diubah menggunakan LED dan berhasil menghemat biaya listrik DKI Jakarta sebesar ±25 Miliar/bulan pada tahun 2018. Deputi TRLH menambahkan, program lingkungan DKI Jakarta lainnya seperti penyusunan GD tentang Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan pemasangan surya atap digedung pemerintah maupun sekolah. Sementara itu, Siaga Bumi sebagai perwakilan lembaga keagamaan menyampaikan bahwa telah dilakukan deklarasi/aksi damai, pelaksanaan seminar-seminar terkait pelestarian lingkungan, dan kerjasama dengan beberapa rumah ibadah untuk dapat dikelola secara lebih ramah lingkungan. Sedangkan, KOPHI sebagai perwakilan pemuda dan anak menyampaikan bahwa kegiatan yang sering dilakukan sejak tahun 2010 adalah peningkatan kesadaran masyarakat melalui pengadaan pelatihan-pelatihan yang dikaitkan dengan isu lingkungan, contohnya pelatihan creative writing.

Rekan media lanjut menanyakan terkait output utama dari kegiatan ACP/Ikhtiar Jakarta serta tantangan dalam pengarustamaan pengurangan emisi gas rumah kaca. Dalam hal tantangan, DLH menyampaikan bahwa masih terjadi ketidakselarasan kegiatan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Contohnya disaat Pemerintah DKI mencoba mengurangi jumlah bus berbahan bakar solar, Pemerintah Pusat justru memberikan hibah bus berbahan bakar solar. Saat ini tercatat terdapat ±600 bus berbahan bakar solar. Tantangan lain yang dihadapi menurut KOPHI dan Deputi TRLH adalah keterbatasan fasilitas untuk mendukung masyarakat merubah perilaku mereka. Contoh, masih terdapat beberapa lokasi di wilayah DKI Jakarta yang sukar dijangkau oleh fasilitas transportasi umum (blindspot), sehingga menyebabkan masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi umum. Dalam hal output kegiatan ACP/Ikhtiar Jakarta, Deputi TRLH dan ICLEI menyampaikan bahwa akan disusun modul pembelajaran terkait emisi gas rumah kaca untuk sekolah dan modul ceramah/khobah untuk rumah ibadah. Detail output akan disampaikan dalam lokakarya yang akan dilaksanakan pada 4 Maret 2019.

IMG_8714IMG_8718

Check Also

IMG_9914

Diskusi Pojok Iklim: Green Growth and Sustainability

Jakarta, 15 Mei 2019. Pojok Iklim merupakan kelompok kerja/forum yang dibentuk untuk mendukung Dewan Pertimbangan Pengendalian …