Home / Kliping / MRT Beroperasi ERP Tetap Dibutuhkan
PT MRT Jakarta telah mengajukan usulan tarif ke pemprov DKI Jakarta, ada dua tarif yang diusulkan, yaitu 8.500 rupiah dan 10.000 rupiah per 10 km.
PT MRT Jakarta telah mengajukan usulan tarif ke pemprov DKI Jakarta, ada dua tarif yang diusulkan, yaitu 8.500 rupiah dan 10.000 rupiah per 10 km.

MRT Beroperasi ERP Tetap Dibutuhkan

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta terus mematangkan rencana pengoperasian MRT dan LRT yang direncanakan akhir Maret ini. Moda berbasis rel tersebut diharapkan mampu memindahkan pengguna kendaraan pribadi, sehingga kemacetan bisa ditekan.

Bukan hanya sekadar penyediaan sarana angkutan, namun Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memandang perlu adanya sistem lain untuk menunjangnya yakni penerapan Electronic Road Pricing (ERP).

Kepala BPTJ Bambang Prihartono, mengatakan sistem jalan berbayar (ERP) yang nantinya diterapkan sebagai pengganti aturan pembatasan mobil pribadi melalui ganjil-genap, akan diterapkan di sejumlah ruas jalan yang terbagi dalam tiga ring.

“ERP ini akan dibagi dalam tiga ring. Ring satu ada di Sudirman-Thamrin, ring dua di jalan-jalan utama yang ada di Jakarta, dan ring tiga ada di jalan-jalan perbatasan seperti Bekasi, Depok, Bogor dan lain sebagainya,” ujar Bambang, Senin (4/3). .

Menurut Bambang, idelanya ERP sudah harus diberlakukan pada 2019 ini. “Sistem ganjil-genap tidak bisa diterapkan terlalu lama agar masyarakat tidak beralih atau membeli transportasi lain,” sambungnya.

BPTJ sendiri sampai saat ini masih menyusun master plan mengenai ERP, termasuk soal tarif. Nantinya mobil-mobil pribadi yang melintasi jalan yang terkena konsep ERP akan dikenakan sistem chas.

TUNGGU FATWA
Sementara itu, Gubernur Anies Baswedan mengatakan, tengah menunggu fatwa dari Kejaksaan Agung RI tentang proses lelang ERP.

Menurut Anies, pihaknya saat ini lebih fokus pada pengembangan moda transportasi, terutama integrasi seluruh moda angkutan. “Kami masih fokus ke integrasi moda angkutan,” tegasnya. (john)

Artikel ini telah tayang pada : http://poskotanews.com/2019/03/05/mrt-beroperasi-erp-tetap-dibutuhkan/

Check Also

Permukiman padat di Bidaracina, di sepanjang bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2015). Bidaracina merupakan kawasan yang akan digusur terkait proyek normalisasi dan sodetan Kali Ciliwung.(KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES)

Proyek Sodetan Ciliwung Dimulai, Ini Proses Ganti Rugi terhadap Warga Bidara Cina

JAKARTA, KOMPAS.com – Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan …