Home / Kegiatan / Menghadiri Diskusi Reguler IAP: Resiliensi Struktur Ruang Jakarta
IAP

Menghadiri Diskusi Reguler IAP: Resiliensi Struktur Ruang Jakarta

Jakarta 21 Maret 2019. Dalam rangka peringatan HUT ke-48  Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) diselenggarakan diskusi reguler sebagai salah satu rangkaian acara menuju pelaksanaan kongres IAP. Tema yang diangkat adalah Resiliensi Struktur Ruang Jakarta. Tujuan diskusi ini adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai kemampuan struktur kota untuk mengefisiensikan layanan infrastruktur air dan meminimalisir tekanan kota terhadap sumber daya air.  Diskusi Reguler ini dihadiri oleh para pengurus dan anggota IAP Nasional dan Daerah; Perwakilan Kementerian Agraria dan Tata Ruang; Perwakilan Kementerian PUPR, Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan lain-lain.

Diskusi ini menghadirkan 2 pembicara , yaitu Bayu Wirawan (Peneliti Senior Lembaga Riset Urban and Regional Development Institute/URDI) yang memaparkan bagaimana perkembangan struktur ruang dan implikasinya terhadap persoalan air Jakarta dan Audia Kusuma (Senior Consultant AECOM Indonesia) yang memaparkan bagaimana konsep keterpaduan pengelolaan air dapat diwujudkan melalui struktur ruang. Adapun Asdep Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang menjadi pembahas paparan para pembicara tersebut dari perspektif pengalaman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bersama dengan Dhani Muttaqin (Ketua IAP DKI Jakarta) dari perspektif perencanaan kota dan Komara Djaja (Dosen Ekonomi Perkotaan UI) dari perspektif ekonomi.

Sebagai pembahas Asdep Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang menyampaikan bahwa terkait dengan sumber daya air, Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta 2030 mendasarkan rencana struktur ruangnya pada 3 sistem pengembangan, yaitu Sistem Konservasi Sumber Daya Air,  Sistem Pendayagunaan Sumber Daya Air, dan Sistem Pengendalian Daya Rusak Air. Filosofi dasar pada sistem yang pertama tercermin pada arahan terhadap pembatasan perkembangan kota Jakarta di sebelah selatan Outer Ringroad Jakarta, sehingga dapat mendukung kawasan tersebut sebagai kawasan konservasi air. Bagi sistem pendayagunaan sumber daya air direncanakan dengan membangun dan merehabilitasi badan-badan air seperti waduk  dan situ sebagai sumber air bersih dan membatasi penggunaan air tanah dalam. Bagi sistem pengendalian daya rusak air, diarahkan agar pengembangan kawasan pada area-area rendah direncanakan berdasarkan sistem polder.

Selanjutnya Asdep Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang menyampaikan bahwa dalam pelaksanaannya 3 sistem pengembangan sumber daya air tersebut berhadapan pada berbagai hambatan mulai dari ketiadaan/kekurangan peraturan pendukung, kompetisi pemanfaatan ruang antar berbagai kegiatan, faktor pembiayaan, hingga keterpaduan dengan wilayah administrasi sekitar DKI Jakarta. Guna mengatasi berbagai hambatan tersebut masih diperlukan upaya peningkatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dengan pemerintah daerah sekitar DKI Jakarta.

Check Also

IMG-20190812-WA0018

Lokakarya Program Ambitious City Promises/Ikhtiar Jakarta: Peran Komunitas Keagamaan

Bogor, 8 Agustus 2019. Yayasan ICLEI – Local Government for Sustainability menyelenggarakan lokakarya dalam rangka merumuskan aksi prioritas, target, dan …