Home / Kliping / Warga Nilai Tarif MRT Rp 10.000-Rp 16.000 Agak Mahal, tetapi…
Warga mengantri untuk menaiki kereta MRT di pintu masuk Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 1 dengan rute Bundaran HI - Lebak Bulus resmi beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi, Minggu hari ini.(ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR)
Warga mengantri untuk menaiki kereta MRT di pintu masuk Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 1 dengan rute Bundaran HI - Lebak Bulus resmi beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi, Minggu hari ini.(ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR)

Warga Nilai Tarif MRT Rp 10.000-Rp 16.000 Agak Mahal, tetapi…

JAKARTA, KOMPAS.com – Tarif Moda Raya Terpadu ( MRT) fase 1 rute Lebak Bulus-Bundaran HI akan ditetapkan antara Rp 10.000 sampai Rp 16.000. Salah satunya warga DKI, Diani (35) menilai tarif tersebut sebenarnya agak mahal. “Agak mahal sih kalau segitu, tapi kalau dibilang hanya 30 menit sampai ke Lebak Bulus, walaupun juga mahal, tapi cepat enggak masalah,” kata Diani kepada Kompas.com, Minggu (24/3/2019). Diani yang tinggal di kawasan Sarinah dan bekerja di Pondok Indah ini menilai setidaknya MRT bisa jadi solusi apabila ia sedang terburu-buru untuk pergi ke kantor. Hal serupa juga disebutkan warga DKI lainnya, Niko (28).

“Kalau tarif bawahnya Rp 10.000 itu mahal, apalagi kalau dari stasiun yang bersebelahan seperti Bundaran HI dan Dukuh atas kan dekat tuh,” katanya Ia menilai, sejatinya MRT menjadi solusi bagi warga yang tinggal di sekitar Lebak Bulus yang ingin menuju Jakarta Pusat. Biasanya dibutuhkan waktu berjam-jam untuk menempuh jarak tersebut. “Kalau memang batas bawahnya bisa dibawah Rp 10.000 mending naik ini (MRT), waktunya pasti, kalau naik transjakarta kan nunggunya enggak pasti, tetap macet juga,” ujar Niko.

Sependapat dengan Niko, Gusti (35) mengutarakan dengan di terapkannya tarif diatas Rp 10.000, akan membuat warga berpikir dua kali untuk menaiki MRT. “Kalau di atas Rp 10.000 mungkin kayaknya masih berpkir karena kita punya punya banyak alternatif seperti KRL, dan Transjakarta,” sebut Gusti. Namun ia setuju dengan usulan pemerintah yang mengenakan tarif berbeda di setiap kilometer yang ditempuh oleh pengguna jasa. Gusti yang tinggal di areal Jakarta Selatan berharap agar disediakan lahan parkir yang cukup luas di sekitar stasiun. “Yang penting kantong parkirnya yang dipikirkan, karena dari Selatan Jakarta warga menantikan moda ini karena memang memudahkan,” ujar Gusti Sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, tarif MRT berada dikisaran Rp 10.000 sampai Rp 16.000. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peresmian MRT oleh Presiden Joko Widodo di Bundaran HI Minggu pagi. Menurut rencana, tarif yang ditetapkan akan berbeda, tergantung naik turun di tiap stasiun.  “Subsidinya kegedean. Saya sama Pak Gubernur sudah cocok nih soal tarif,” ujarnya. Rencananya, besaran tarif itu akan diresmikan Senin (25/3/2019).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Warga Nilai Tarif MRT Rp 10.000-Rp 16.000 Agak Mahal, tetapi…”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/03/25/05255731/warga-nilai-tarif-mrt-rp-10000-rp-16000-agak-mahal-tetapi.
Penulis : Jimmy Ramadhan Azhari
Editor : Dian Maharani

Check Also

Sungai Ciliwung di Kawasan Bukit Duri, Jakarta yang sebagian bantarannya sudah dinormalisasi, Jumat (18/8/2017). Di sepanjang bantaran yang sudah dinormalisasi juga dibangun jalan inspeksi.(KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

Sungai Ciliwung Akan Jadi Destinasi Wisata

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan tengah menggodok implementasi rencana menjadikan Sungai Ciliwung …