Home / Kliping / Begini Penjelasan Pemprov DKI soal Naturalisasi Sungai
Sepanjang tahun 2013-2017, normalisasi Sungai Ciliwung telah dilakukan sepanjang 16,38 kilometer dari panjang sungai yang harus dinormalisasi sekitar33,69 kilometer.(Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Sepanjang tahun 2013-2017, normalisasi Sungai Ciliwung telah dilakukan sepanjang 16,38 kilometer dari panjang sungai yang harus dinormalisasi sekitar33,69 kilometer.(Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Begini Penjelasan Pemprov DKI soal Naturalisasi Sungai

JAKARTA, KOMPAS.com – Program normalisasi sungai yang selama ini dikerjakan sebagai upaya pengendalian banjir Jakarta, kini beralih menjadi naturalisasi di era Gubernur Anies Baswedan. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, konsep naturalisasi sungai sejatinya membiarkan sungai pada keadaan aslinya. “Naturalisasi itu mengupayakan aliran air ditangkap, ditahan, dan mudah-mudahan jadi air baku. Sungai-sungai itu biarkan dalam bentuk natural supaya bisa menahan run off,” kata Yusmada di Balai Kota, Kamis (4/4/2019).

Dalam konsep naturalisasi, pengendalian banjir tak hanya mengandalkan sungai. Yusmada mengatakan air hujan dan kiriman sebisa mungkin ditahan di hulu. Air itu bakal dialirkan ke waduk dan situ yang terus dibangun Pemprov DKI. “Poinnya kapasitas sungai itu dipastikan sesuai dengan debitnya. Pertanyaannya debitnya maksimum kami lebarkan atau kami pertahankan debit yang ada?” ujar Yusmada. Program normalisasi yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), kata Yusmada bakal dilanjutkan. Ia berjanji tahun ini DKI kembali membebaskan lahan agar BBWSCC bisa membeton sungai. “Kami bebaskan dari Ciliwung, kemudian Pesanggrahan, nanti BBWSCC yang mengerjakan,” kata Yusmada.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Begini Penjelasan Pemprov DKI soal Naturalisasi Sungai”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/04/20105211/begini-penjelasan-pemprov-dki-soal-naturalisasi-sungai.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Egidius Patnistik

Check Also

Petugas Satpol PP melalui dua back hoe membongkar bangunan semi permanen yang berada di area bantaran aliran Sungai Ciliwung di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017). Setelah bangunan diratakan dengan tanah, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan memulai memasang sheet pile sebagai lanjutan proyek normalisasi Ciliwung.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Normalisasi Ciliwung, DKI Bebaskan 118 Bidang Tanah Akhir Tahun Ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini mengatakan, pihaknya akan membebaskan …