Home / Kliping / Double-double Track Akan Beroperasi, Apa Pengaruhnya bagi Penumpang KRL?
Uji coba jalur lalu lintas KRL Bekasi-Cikarang, Jumat (28/7/2017).(KOMPAS.COM/Anggita Muslimah)
Uji coba jalur lalu lintas KRL Bekasi-Cikarang, Jumat (28/7/2017).(KOMPAS.COM/Anggita Muslimah)

Double-double Track Akan Beroperasi, Apa Pengaruhnya bagi Penumpang KRL?

JAKARTA, KOMPAS.com – Jalur kereta api dwi ganda atau Double-Double Track ( DDT) segmen Jatinegara-Cakung sepanjang 9,5 kilometer akan mulai beroperasi pada Jumat (12/4/2019) besok. Kepala Balai Teknik Jakarta-Banten, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Jumardi mengatakan, jalur DDT akan memisahkan lintasan yang dilalui KRL Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh. “Dengan beroperasinya DDT segmen Jatinegara–Cakung, nantinya jalur ganda eksisting akan dioperasikan untuk melayani operasional KRL Commuterline Jabodetabek. Sedangkan jalur ganda yang baru akan difungsikan untuk melayani pengoperasian KA Jarak Jauh dan KA Lokal,” ujar Jumardi dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/4/2019). Direktur Operasi PT Kereta Commuter Indonesia Subakir mengatakan, beroperasinya DDT akan memberi dampak positif bagi perjalanan KRL jalur Bekasi-Jakarta Kota.

Subakir dan sejumlah petugas kendali kereta api yang bertugas 24 jam tanpa henti untuk memberikan rasa aman bagi para penumpang kereta api(Kompas.com/David Oliver Purba)
Subakir dan sejumlah petugas kendali kereta api yang bertugas 24 jam tanpa henti untuk memberikan rasa aman bagi para penumpang kereta api(Kompas.com/David Oliver Purba)

Sebab, KRL di jalur tersebut nantinya dapat terus melaju di Stasiun Cipinang tanpa bergantian dengan Kereta Api Jarak Jauh yang sebelumnya berbagi lintasan dengan KRL Commuter Line. “Pada saat DDT sudah didinaskan atau beroperasi, tidak ada lagi kereta yang tertahan di Cipinang jadi Jatinegara sampai dengan Cakung akan berjalan lebih lancar,” kata Subakir di Cikini, Rabu (10/4/2019). Kendati demikian, Subakir menilai, manfaat DDT belum akan terasa signifikan karena baru berlaku di segmen sepanjang 9,5 km antara Stasiun Cakung dan Stasiun Jatinegara.

“Mungkin, sekali lagi, tidak bisa menambah frekuensi perjalanan karena masih parsial. Kalau DDT sudah sampai Bekasi dan Manggarai, tentu akan lebih memberi pengaruh,” ujar Subakir. Beroperasinya jalur DDT juga memberi dampak bagi pengguna kendaraan. Sebab, dua buah pelintasan KA di segmen Jatinegara-Cakung mesti ditutup menyusul beroperasinya DDT. Dua pelintasan itu ialah pelintasan KA di kawasan Pasar Enjo yang menghubungkan Jalan Pisangan Lama dan Jalan I Gusti Ngurah Rai serta pelintasan KA di dekat Stasiun Cakung yang menghubungkan Jalan Stasiun Cakung dengan Jalan I Gusti Ngurah Rai. Namun, kedua pelintasan tersebut belum ditutup saat DDT beroperasi Jumat besok. Kepala Seksi Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Andreas Eman menyebut, kedua pelintasan baru ditutup pada Mei 2019.

Jalur ganda elektrifikasi segmen Parung Panjang - Maja yang baru diresmikan oleh Dirjen Perkeretaapian Kemenhub di Stasiun Maja, Lebak, Banten, Rabu (11/5/2016).(Nursita Sari)
Jalur ganda elektrifikasi segmen Parung Panjang – Maja yang baru diresmikan oleh Dirjen Perkeretaapian Kemenhub di Stasiun Maja, Lebak, Banten, Rabu (11/5/2016).(Nursita Sari)

“Beroperasi artinya tidak ditutup, jadi operasi itu belum menutup perlintasan secara permanen, tutup palang biasa saja,” kata Eman. Sementara itu, Jumardi menyebut rencana switchover atau pemindahan jalur pada Jumat besok akan berdampak pada bertambahnya waktu perjalanan kereta api.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat pengguna jasa untuk dapat menyesuaikan waktu perjalanan. Kemenhub juga memohon maaf atas ketidaknyamanan sebagai dampak pelaksanaan switchover. Proyek DDT ditargetkan rampung seluruhnya pada 2020 mendatang. Proyek DDT itu terbentang sejauh 35 kilometer dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Cikarang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pernah menyebut, proyek DDT adalah solusi atas keterlambatan perjalanan KRL yang selama ini mesti mengalah dengan Kereta Api Jarak Jauh. “Sekarang kan sering terjadi keterlambatan kereta dalam kota karena gangguan dari luar kota atau sebaliknya. Dengan ini kami akan pisahkan, supaya masing-masing independen,” kata Budi Karya di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Double-double Track Akan Beroperasi, Apa Pengaruhnya bagi Penumpang KRL?”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/11/07520511/double-double-track-akan-beroperasi-apa-pengaruhnya-bagi-penumpang-krl.
Penulis : Ardito Ramadhan
Editor : Ana Shofiana Syatiri

Check Also

Petugas Satpol PP melalui dua back hoe membongkar bangunan semi permanen yang berada di area bantaran aliran Sungai Ciliwung di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017). Setelah bangunan diratakan dengan tanah, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan memulai memasang sheet pile sebagai lanjutan proyek normalisasi Ciliwung.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Normalisasi Ciliwung, DKI Bebaskan 118 Bidang Tanah Akhir Tahun Ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini mengatakan, pihaknya akan membebaskan …