Home / Kliping / Parkir Kendaraan di “Park and Ride” MRT, Tarifnya Rp 2.000 Seharian
Park and Ride eks lahan Polri di R.A Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2019).(KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA)
Park and Ride eks lahan Polri di R.A Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2019).(KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA)

Parkir Kendaraan di “Park and Ride” MRT, Tarifnya Rp 2.000 Seharian

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, pihaknya telah menyediakan lahan park and ride untuk para pengguna MRT. Park and ride itu ada di Stasiun Lebak Bulus dan Stasiun Fatmawati, Jakarta Selatan. Dia mengatakan, tiap park and ride bisa menampung ratusan kendaraan yang terdiri dari mobil dan motor. “Saya lupa saya harus cek dulu. Kalau tidak salah sekitar 150 mobil dan motornya sekitar 200-an,” Kamaludin saat dihubungi wartawan, Rabu (9/4/2019).

Tarif park and ride di dua lokasi itu yakni Rp 5.000 untuk mobil dan Rp 2.000 untuk motor satu hari. Nantinya, pembayaran tiket parkir menggunakan kartu MRT. Hal itu untuk mengantisipasi warga yang bukan penggunan MRT tetapi memarkirkan kendaraan di lokasi tersebut. “Nanti ada pengecekan, bawa kartu MRT atau kartu e-money. Nanti kartunya perlu dites di situ (loket parkir). Jadi data kartunya dibaca,” ucap dia.

Berdasarkan informasi dalam akun Instagram resmi Unit Pengelola Jakarta Smart City Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, @jsclounge, tiap park and ride memiliki perbedaan kapasitas tampung kendaraan. Park and ride Stasiun Lebak Bulus bisa menampung 500 motor dan 157 mobil. Sementara itu, park and ride stasiun Fatmawati dapat menampung 100 motor dan 48 mobil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Parkir Kendaraan di “Park and Ride” MRT, Tarifnya Rp 2.000 Seharian”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/10/19421791/parkir-kendaraan-di-park-and-ride-mrt-tarifnya-rp-2000-seharian.
Penulis : Walda Marison
Editor : Icha Rastika

Check Also

Petugas Satpol PP melalui dua back hoe membongkar bangunan semi permanen yang berada di area bantaran aliran Sungai Ciliwung di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017). Setelah bangunan diratakan dengan tanah, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan memulai memasang sheet pile sebagai lanjutan proyek normalisasi Ciliwung.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Normalisasi Ciliwung, DKI Bebaskan 118 Bidang Tanah Akhir Tahun Ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini mengatakan, pihaknya akan membebaskan …