Home / Kegiatan / Pertemuan National Advisory Group (NAG) Indonesia
IMG_9387

Pertemuan National Advisory Group (NAG) Indonesia

Jakarta, 9 April 2019. Yayasan ICLEI-Local Governments for Sustainability Indonesia mengadakan pertemuan National Advisory Group (NAG) dengan tujuan membentuk National Advisory Group (NAG) sebagai media komunikasi dan koordinasi multi-pihak untuk mensinergikan inisiatif-inisiatif iklim lokal yang dilakukan leh ICLEI di Indonesia dengan program/kebijakan pemerintah nasional.

Rapat tersebut dibuka oleh Country Manager ICLEI dan turut dihadiri oleh Rachmat Witoelar selaku Utusan Khusus Presiden RI untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Ibu Nur Masripatin selaku penasehat senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, perwakilan pemerintah pusat (Bappenas, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian/Kemenko Perekonomian), Perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Kedeputian Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta/TRLH, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan/TGUPP, dan Dinas LH Provinsi DKI), Pemerintah Daerah (Dinas LH Kota Balikpapan, Bappeda Kota Tangerang, Bappeda Kota Bogor), serta asosisasi lingkungan (World Wide Fund for Nature/WWF, dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia/APEKSI).

Tujuan pembentukan NAG adalah sebagai berikut:

  1. Memperkuat integrasi aksi iklim dan pembangunan rendah emisi di tingkat lokal sejalan dengan kebijakan nasional pemerintah Indonesia, terutama inisiatif-inisiatif yang didukung oleh ICLEI.
  2. Mendukung peningkatan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi aksi iklim dan pembangunan rendah emisi pemerintah daerah dan pemerintah pusat di Indonesia.
  3. Mendukung pemerintah nasional dalam meningkatkan pengarustamaan ke pemerintah daerah dan koordinasi sektoral terkait aksi iklim dan pembangunan rendah emisi.
  4. Menghimpun masukan dari para peserta terkait upaya mendorong keterlibatan warga secara partisipatif dan inklusif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan aksi iklim dan pembangunan rendah emisi di tingkat daerah.
  5. Membangun sinergi dengan kebijakan, program, maupun inisiatif pemerintah nasional yang ada saat ini dan yang akan datang.

Sebagai informasi, ICLEI memiliki lingkup pekerjaan yang berfokus pada penyelesaian isu-isu urban, baik di Kota/Kabupaten maupun Provinsi. Hal ini yang membedakan ICLEI dengan yayasan/asosiasi internasional lainnya.

Program/proyek yang sedang dan akan dilakukan ICLEI di Indonesia adalah:

  • Ambitious City Promises/Ikhtiar Ambisi Kota: commitments for Low Carbon Urban Deveopment in Southeast Asian Large CitiesMerupakan program yang fokus pada internalisasi pembangunan rendah karbon di Provinsi DKI Jakarta sebagai kota model, dan Kota Bekasi dan Kota Tangerang sebagai kota satelit.
  • Urban Low Emission Developments II (Urban LEDs)Merupakan program yang fokus pada internalisasi pembangunan rendah karbon di Kota Bogor dan Kota Balikpapan sebagai kota model, dan Kota Tangerang Selatan, Kab. Bogor, Kota Bontang, dan Kota Tarakan sebagai kota satelit.
  • 100% Renewable Energy (RE)Merupakan program yang baru akan dilaksanakan pada tahun 2019 dengan tujuan melakukan transisi 100% energi baru terbarukan (RE) di kota-kota terpilih.

Menanggapi inisiasi pembentukan NAG, Rachmat Witoelar ditunjuk sebagai penasehat utama NAG, dan didampingi oleh para peserta yang hadir sebagai penasehat-penasehat NAG. Produk akhir yang akan dihasilkan oleh NAG adalah policy brief. 

Check Also

sampah1

Rapat Koordinasi Terkait Pengelolaan Sampah Plastik DKI Jakarta

Jakarta, 20 Juni 2019. Menindaklanjuti hasil audiensi sebelumnya dari PT. Unilever Indonesia dan Badan Koordinasi …