Home / Kegiatan / Kunjungan Tim Riset Singapore University of Technology and Design
sutd3

Kunjungan Tim Riset Singapore University of Technology and Design

Jakarta, 12 April 2019. Tim Riset Singapore University of Technology and Design (SUTD) melakukan kunjungan ke kantor Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (TRLH) hari ini untuk mendalami isu-isu perkotaan Provinsi DKI Jakarta. Dalam rapat tersebut hadir 4 peneliti dari SUTD, Asisten Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang, Sekretariat Jakarta Berketahanan, dan staf Kedeputian TRLH. Riset yang berjudul Future of Asian Cities – Citizen Urban Science: Practice and Policy, akan dilakukan di beberapa kota di Asia Tenggara, dan Jakarta menjadi salah satu kota pilihan dikarenakan karakteristiknya selain sebagai Ibu Kota Negara juga sebagai metropolis dengan jumlah penduduk lebih dari 10 Juta orang. Hal yang menjadi fokus diskusi tersebut adalah isu perkotaan dan isu pemerintahan (governance). 

Deputi TRLH menyampaikan bahwa angka pertumbuhan jumlah penduduk DKI Jakarta cukup tinggi, yaitu berkisar 1%-1,2% per tahunnya, dengan jumlah penduduk saat ini kurang lebih mencapai 10 juta orang. Urbanisasi menjadi tantangan utama DKI Jakarta, karena berimplikasi pada penyediaan pelayanan dasar (basic services) yang mencakup kebutuhan akan air bersih, pengelolaan dan pengolahan air limbah dan sampah,  penyediaan energi, penyediaan perumahan, serta kemudahan aksesibilitas (transportasi). DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi isu-isu yang timbul akibat urbanisasi, contohnya pembersihan badan air, pembangunan toilet bersama (communal toilets), pembangunan rusun, dan lainnya. Namun demikian, diperlukan upaya pengentasan urbanisasi dari sumbernya, yaitu dari daerah penduduk itu berasal.

Dari segi pemerintahan, permasalahan utama yang dihadapi DKI Jakarta adalah “fragmented governments” dan “working in silos”. Fragmented governments adalah kondisi dimana tidak/kurang terjalin kerjasama antara pemerintah satu daerah dengan daerah tetangganya. Sedangkan working in silos adalah tidak terintegrasinya program kerja suatu lembaga/institusi dengan program kerja lembaga/institusi lainnya. Dalam menghadapi kedua permasalahan tersebut, DKI Jakarta mulai menerapkan perencanaan pembangunan dengan pendekatan kolaboratif. Pendekatan tersebut merupakan pendekatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan (pemerintah dan non-pemerintah) untuk bersama-sama mencapai komitmen dan konsensus dalam menanggulangi permasalahan DKI Jakarta. Pendekatan tersebut diwadahi dalam sebuah dokumen yang bernama Desain Besar (Grand Design), dan diharapkan dapat mengoptimalkan dan mengintegrasikan pengerjaan program Pemprov DKI Jakarta serta sinkronisasi dengan wilayah Metropolitan Jabodetabek.

Kunjungan  Tim Riset SUTD ditutup dengan tinjauan ke Jakarta Smart City Lounge dimana mereka diberi informasi ringkas mengenai data-data dan informasi yang tersedia di Jakarta Smart City, seperti data pelaporan masyarakat, data cctv di DKI Jakarta, informasi harga bahan pangan, dan lainnya.

 

sutd2 sutd4 SUTD

Check Also

IMG_9495

Kunjungan Tim Sangga Buana (Babeh Idin)

Jakarta, 16 April 2019. Yayasan Sangga Buana hari ini melakukan kunjungan ke kantor Deputi Gubernur …