Home / Kliping / Integrasi Stasiun MRT Asean-Halte CSW Diperkirakan Butuh Rp 30 Miliar
KOMPAS.com/NURSITA SARI Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).
KOMPAS.com/NURSITA SARI Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).

Integrasi Stasiun MRT Asean-Halte CSW Diperkirakan Butuh Rp 30 Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memilih pemenang desain integrasi Halte transjakarta CSW dengan Stasiun MRT Asean. Desain yang dimenangkan Studio Lawang itu diperkirakan menelan biaya Rp 30 miliar. “Kami sudah sampaikan kepada para peserta (sayembara desain). Ini kita tetapkan ada di pagu Rp 30 miliar,” kata Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono, Senin (15/4/2019). Biaya itu, kata Agung, sudah meliputi detail engineering design (DED) hingga konstruksi sampai selesai.

Agung mengatakan, pembangunan nantinya akan dibagi menjadi empat fase. Berikut rincian biaya tiap fase: Fase 1 Halte Penghubung CSW estimasi biaya Rp 21,45 Miliar. – Lantai 1 berfungsi sebagai Halte dengan luas 100 meter persegi dan biaya Rp 1 Miliar. – Lantai 2, 3 dan 4 berfungsi sebagai retail dengan luas masing-masing 480 meter persegi dan biaya masing-masing Rp 4,8 miliar. – Lantai 5 merupakan atap dan bordes seluas 500 meter persegi dengan biaya Rp 5 miliar – Lantai 6 menjadi Halte Existing CSW dengan luas 105 meter persegi dan memakan estimasi biaya Rp 1,05 miliar Fase 2-4 total luas 955 meter persegi dengan estimasi biaya Rp 8,25 miliar. – Jembatan dengan luas 402 meter persegi dan biaya Rp 4,02 miliar. – Halte di bangunan penghubung koridor 1 dengan luas 90 meter persegi dan biaya Rp 900 juta. – Bangunan penghubung seluas 303 meter persegi dengan estimasi biaya Rp 3,63 miliar. – Jembatan penghubung dengan JPO seluas 100 meter persegi dengan biaya Rp 700 juta.

Perancangnya, Patrisius Marvin Dalimartha menjelaskan, akses integrasi ini akan dibuat bentuk melingkar. Menurut dia, bentuk itu sesuai dengan kondisi awal CSW dulu kala. “Di CSW sebenarnya ada sebuah bundaran waktu direncanakan Pak Soesilo, arsitek tahun 1948 kalau saya tidak salah ingat. Dan di situ, bundaran itu tidak pernah ada sampai sekarang. Dan pada saat Pak Soejoedi mendesain bangunan ASEAN, Pak Soejoedi merespons bundaran yang sebenarnya di rencana itu ada,” kata Marvin di Balai Kota DKI Jakarta, Senin. Menurut Marvin, jalan layang koridor 13 “menenggelamkan” Gedung Sekretariat ASEAN tak lagi terasa. Oleh karena itu, desain yang dibuat berusaha menonjolkan kembali gedung itu. “Bangunan ASEAN sebagai cagar budaya semakin tenggelam. Maka kami mencoba untuk menghadirkan kembali lingkaran itu. Dan dari lingkaran itu nanti akan ada satu titik di mana kita bisa menikmati pemandangan ke gedung ASEAN. Sehingga yang tadinya sudah tenggelam bisa kembali terlihat,” kata Marvin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Integrasi Stasiun MRT Asean-Halte CSW Diperkirakan Butuh Rp 30 Miliar”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/15/20512211/integrasi-stasiun-mrt-asean-halte-csw-diperkirakan-butuh-rp-30-miliar.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Dian Maharani

Check Also

Sungai Ciliwung di Kawasan Bukit Duri, Jakarta yang sebagian bantarannya sudah dinormalisasi, Jumat (18/8/2017). Di sepanjang bantaran yang sudah dinormalisasi juga dibangun jalan inspeksi.(KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

Sungai Ciliwung Akan Jadi Destinasi Wisata

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan tengah menggodok implementasi rencana menjadikan Sungai Ciliwung …