Home / Kliping / Sudah Terbakar Pun Mereka Tetap Ingin Tinggal di Kolong Tol Pluit
Kondisi korban kebakaran yang sudah mulai beraktivitas membuka warung di kolong tol pluit, Selasa (16/4/2019)(KOMPAS.COM/PAVEL TANUJAYA)
Kondisi korban kebakaran yang sudah mulai beraktivitas membuka warung di kolong tol pluit, Selasa (16/4/2019)(KOMPAS.COM/PAVEL TANUJAYA)

Sudah Terbakar Pun Mereka Tetap Ingin Tinggal di Kolong Tol Pluit

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi kolong tol Pluit, Jakarta Utara, semakin berantakan setelah kebakaran yang melanda pada 30 Maret 2019. Penghuninya pun masih bertahan dengan kondisi seperti itu. Pengamatan Kompas.com, Selasa (16/4/2019), setengah dari permukiman yang terbakar di kolong Tol Pluit sudah ditutup oleh pembatas untuk diperbaiki. Sementara yang belum ditutup dalam kondisi rusak dan tak terawat. Beberapa warung makanan dan warung kelontong sudah mulai berjualan. Banyak anak-anak yang bermain, juga menonton televisi di rumah yang sudah bekas terbakar dengan genset sebagai sumber listrik. Sampah terlihat di mana-mana. Banyak baju-baju yang hangus sedikit, masih bisa layak pakai dikumpulkan jadi satu. Warga sekitar tidak mengetahui kapan sampah tersebut bisa diambil.

Salah seorang penghuni, Marni, mengatakan tidak mempunyai pilihan tempat tinggal lagi. Saat kolong tol akan direnovasi, da dan keluarganya akan tetap tinggal di dekat permukiman tersebut. “Saya pengennya sih disini aja, ngampar-ngampar di mana dah. Habis mau di mana lagi? Paling pasang terpal buat alas, kan, tidur di sini,” ujar Marni. Hal serupa juga disampaikan oleh Roni, korban yang membuka warung kelontong. Rencananya, dia  juga akan bergeser sementara ke daerah-daerah di dekat permukiman tersebut.

Kondisi Kolong Tol Pluit yang sudah dibatasi pembatas besi untuk direnovasi, Selasa (16/4/2019)(KOMPAS.COM/PAVEL TANUJAYA)
Kondisi Kolong Tol Pluit yang sudah dibatasi pembatas besi untuk direnovasi, Selasa (16/4/2019)(KOMPAS.COM/PAVEL TANUJAYA)

“Geser sih palingan. Ya kita mah enggak minta banyak-banyak. Kita minta tinggal di sini doang. Enggak usah dipindah-pindahin, ke rusun atau apalah. Karena kalau ke rusun kita juga harus bayar entar. Jadi kita cuma pengen kita di sini aja terus, soalnya warung, bisnis, dan lain-lain kan kita buka di sini dari dulu,” ujar Roni.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengelola kolong tol yang selama ini dikelola PT Citra Marga Nusaphala Persada yang mendapat wewenang dari Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Anies juga telah mengirimkan surat kepada Kementerian PUPR agar pengelolaan tersebut diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta. Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian mengatakan, pihaknya telah menerima surat Anies. Hedy mengatakan, detail perencanaan dibutuhkan karena kegiatan yang akan dilakukan di kolong tol berkaitan dengan keamanan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sudah Terbakar Pun Mereka Tetap Ingin Tinggal di Kolong Tol Pluit”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/16/12323221/sudah-terbakar-pun-mereka-tetap-ingin-tinggal-di-kolong-tol-pluit.
Penulis : Pavel Tanujaya
Editor : Ana Shofiana Syatiri

Check Also

Pebalap bersaing dalam lomba Formula E Racing Championship di Brooklyn, New York City, 13 Juli 2019.(AFP/GETTY IMAGES/David Dee Delgado)

Pengamat: Perlu Panitia Khusus untuk Persiapkan Balap Formula E di Tengah Kota Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengamat tata kota Yayat Supriatna menilai pemerintah perlu membentuk panitia khusus jika …