Home / Kliping / Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat
Bis Metrotrans Transjakarta terintegrasi Stasiun MRT Dukuh Atas masih sepi peminat usai sebulan beroperasi.(KOMPAS.com/ VITORIO MANTALEAN)
Bis Metrotrans Transjakarta terintegrasi Stasiun MRT Dukuh Atas masih sepi peminat usai sebulan beroperasi.(KOMPAS.com/ VITORIO MANTALEAN)

Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Transjakarta mengoperasikan sejumlah bus metrotrans yang terhubung langsung dengan Stasiun MRT Dukuh Atas sejak 22 Maret 2019. Ada empat rute yang dilayani metrotrans tersebut, yakni DA1 (Dukuh Atas-Sam Ratulangi), DA2 (Dukuh Atas-Tanah Abang), DA3 (Dukuh Atas-Kuningan), dan DA4 (Dukuh Atas-Kota). Namun, hingga Selasa (23/4/2019), bus-bus metrotrans tersebut masih sepi peminat. Pantauan Kompas.com sepekan terakhir, tak jarang bus metrotrans tadi berangkat dari Stasiun MRT Dukuh Atas tanpa penumpang, apalagi pada waktu siang-sore. Hal serupa juga kadang terjadi pada arah sebaliknya. “Mungkin karena baru jalan sebulan, ya, jadi masih sepi,” ujar Julianto, seorang pencatat odometer ketika ditemui Kompas.com, Selasa malam.

Pria yang akrab disapa Juli itu menyebut, limpahan penumpang metrotrans dari dan menuju Stasiun MRT Dukuh Atas, Stasiun KA Sudirman, dan Stasiun Bandara BNI City masih belum seberapa. Padahal, pengoperasian rute ini diharapkan mampu menciptakan konsep integrasi antarmoda yang lengkap di Dukuh Atas. “Kalau misal jam kerja baru mulai-mulai ramai belakangan ini, kayaknya itu orang juga baru mulai pada tahu,” ucap dia. “Paling ke Kuningan sama Kota yang rada ramean,” kata Juli. Sementara itu, limpahan penumpang yang cukup banyak dari Dukuh Atas justru terlihat pada bus transjakarta rute GR1 Harmoni-Senayan, meskipun bus tersebut berhenti di jalan layang Jenderal Sudirman. Penumpang perlu naik-turun tangga untuk mencapainya, berbeda dengan metrotrans yang mengendap di area layby tepat di depan Stasiun MRT Dukuh Atas. “Jelaslah itu (GR1) ramai, gratis,” kata Juli. Metrotrans beroperasi dengan tarif reguler seharga Rp 3.500 sekali jalan. Uniknya, beberapa bus metrotrans terintegrasi ini justru lebih ramai penumpang ketika hari libur, khususnya Minggu. Beberapa penumpangnya merupakan warga yang usai berkegiatan di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin yang bebas kendaraan bermotor sampai pukul 10 pagi. “Ramean malah libur, orang-orang habis CFD (car free day) begitu, biasanya sih pada banyakan ke Kota,” ucap Juli.

Sebagai informasi, Transjakarta pada bulan lalu juga membuka lima rute lain yang terintegrasi stasiun MRT Jakarta. Lima rute itu ialah BSD-Bundaran Senayan (S12), Bintaro-Blok M (S31), Pondok Cabe-Tanah Abang (S41), Jatijajar (diperpendek sampai UI)-Lebak Bulus (D21), dan Cinere-Kuningan (D31). Rute Bintaro-Blok M, BSD-Bundaran Senayan, dan Cinere-Kuningan dilayani menggunakan bus premium Royaltrans dengan tarif Rp 20.000, sedangkan rute Pondok Cabe-Tanah Abang dan Jatijajar (diperpendek sampai UI)-Lebak Bulus dilayani dengan bus metrotrans.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/23/20174051/sebulan-beroperasi-metrotrans-terintegrasi-mrt-dukuh-atas-masih-sepi.
Penulis : Vitorio Mantalean
Editor : Icha Rastika

Check Also

Petugas Satpol PP melalui dua back hoe membongkar bangunan semi permanen yang berada di area bantaran aliran Sungai Ciliwung di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017). Setelah bangunan diratakan dengan tanah, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan memulai memasang sheet pile sebagai lanjutan proyek normalisasi Ciliwung.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Normalisasi Ciliwung, DKI Bebaskan 118 Bidang Tanah Akhir Tahun Ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini mengatakan, pihaknya akan membebaskan …