Home / Kegiatan / Pertemuan Diskusi Pemanfaatan Small Grant C40 untuk Pelaporan Efisiensi Energi Bangunan Gedung Hijau
bangunan hijau (2)

Pertemuan Diskusi Pemanfaatan Small Grant C40 untuk Pelaporan Efisiensi Energi Bangunan Gedung Hijau

bangunan hijau (1) bangunan hijau (2)

Jakarta, 16 April 2019. Pertemuan mengenai Bangunan Gedung Hijau dengan pemangku kepentingan utama dipimpin oleh Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup yang dihadiri oleh: (i) Dinas Perumahan; (ii) Dinas Perindustrian dan Energi (DPE); (iii) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP); (iv) Dinas Lingkungan Hidup (DLH); (v) Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR); (vi) Konsultan Green Building IFC; (vii) Tim Green Building Council Indonesia (GBCI); (viii) C40. Pertemuan didahului dengan paparan dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup mengenai target dan capaian reduksi emisi dari sektor pemakaian energi di bangunan gedung beserta isu dalam pelaporan, monitoring dan evaluasinya. Paparan dilanjutkan dengan diskusi mengenai strategi dan langkah-langkah pemanfaatan dana hibah C40 untuk membangun sistem pelaporan efisiensi energi dari sektor bangunan gedung. Beberapa hal yang mengemuka dalam bagian-bagian kunjungan tersebut adalah: (i). Dinas Lingkungan Hidup melaporkan bahwa capaian reduksi emisi gas GRK dari sektor energi bangunan gedung masih jauh dari target. Salah satu penyebabnya adalah belum adanya pelaporan berkala dan sistematis mengenai aksi efisiensi energi bangunan gedung – baik komersial maupun milik pemerintah — yang akan berkontribusi pada reduksi emisi GRK. Wewenang untuk pelaporan efisiensi energi dari bangunan gedung baik yang baru maupun yang sudah terbangun ada pada DPM – PTSP setelah dialihkan dari DCKTR; (ii) Konsultan Green Building IFC menjelaskan bahwa pada tahun 2017 sudah sempat disiapkan tata cara, formulir serta sistem online untuk pelaporan yang dikaitkan dengan pengurusan Sertifikat Layak Fungsi (SLF), baik SLF 1 untuk bangunan baru, maupun SLF lanjutan untuk bangunan eksisting. Namun persiapan sistem ini tidak berlanjut sejak wewenang dipindahkan dari DCKTRP ke DPM – PTSP karena kurangnya sumber daya manusia. Bahan-bahan tersebut masih ada di IFC dan dapat menjadi dasar pengembangan sistem online menggunakan dana hibah C40. (iii). IFC juga telah mencatat potensi reduksi emisi GRK sebesar 900.000 ton CO2 ekuivalen dari sekitar 400-an bangunan gedung hijau yang tercatat mulai dibangun pada tahun 2013. Data ini belum terkomunikasikan dengan baik ke DLH. (iii) Peserta rapat merekomendasikan stock-taking bahan yang sudah ada maupun isu yang masih menghambat terlaksananya pelaporan online efisiensi energi dari sektor bangunan gedung.

Check Also

IMG_9914

Diskusi Pojok Iklim: Green Growth and Sustainability

Jakarta, 15 Mei 2019. Pojok Iklim merupakan kelompok kerja/forum yang dibentuk untuk mendukung Dewan Pertimbangan Pengendalian …