Home / Kliping / Air untuk Warga Jakarta Bocor Hampir Separuhnya, Ini Penyebabnya
Lokasi tertimbunnya seorang pekerja galian bernama Tarno di Jalan Jembatan Tiga, Jakarta Utara(KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)
Lokasi tertimbunnya seorang pekerja galian bernama Tarno di Jalan Jembatan Tiga, Jakarta Utara(KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)

Air untuk Warga Jakarta Bocor Hampir Separuhnya, Ini Penyebabnya

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai pemasok air di bagian barat Jakarta, PT PAM Lyonnaise Jaya ( Palyja) mengalami kebocoran setiap tahunnya. Tak tanggung-tanggung, air yang bocor mencapai 42,9 persen dari total produksi setiap tahunnya. “Kita pernah berhasil menurunkan ke 37 persen kehilangan air,” kata Presiden Direktur PT Palyja Robert Rerimassie dalam journalist workshop PT Palyja, Yogyakarta, Sabtu (27/4/2019). Sebesar 73 persen dari kebocoran itu disebabkan masalah fisik. Dari 5.607 meter pipa yang dikelola Palyja, sebagian besar tidak diketahui kapan dipasangnya. Sisanya, ada yang sudah dipasang dari tahun 1900-an.

Presiden Direktur PT Palyja Robert Rerimassie dalam journalist workshop PT Palyja, Yogyakarta, Sabtu (27/4/2019).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)
Presiden Direktur PT Palyja Robert Rerimassie dalam journalist workshop PT Palyja, Yogyakarta, Sabtu (27/4/2019).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

Pipa lawas yang masih berbahan besi berlapis galvanis itu lama-lama terkikis hingga bocor. Ini berbeda dengan pipa-pipa baru yang berbahan plastik sehingga lebih awet. Presiden Direktur PT Palyja Robert Rerimassie dalam journalist workshop PT Palyja, Yogyakarta, Sabtu (27/4/2019).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR) Robert mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya untuk memperbaiki pipa-pipa ini tak bisa maksimal. Pasalnya, penggantian pipa membutuhkan dana yang tak sedikit. “Untuk memperbaiki 1.200 kilometer sambungan pipa saja dibutuhkan Rp 2,2 triliun. Itu baru pipanya, belum ongkos pemasangannya,” kata dia.

Di sisi lain, Palyja tak mempunyai dana yang dibutuhkan mengingat keuntungan selama 10 tahun terakhir dibekukan Pemprov DKI melalui badan usahanya PT PAM Jaya. Perjanjian yang dibuat PAM Jaya dengan Palyja di tahun 1997, mensyaratkan PAM Jaya memberi jaminan keuntungan sebesar 22 persen. Total keuntungan yang masih menjadi utang sebesar Rp 6,7 triliun. Tidak adanya keuntungan membuat Palyja hanya membiarkan pipa-pipa tua tetap beroperasi.

Apalagi, Palyja juga menanggung kerugian Rp 400 miliar per tahun akibat kebocoran. Imbasnya, kebocoran makin besar setiap tahunnya. “Ini berakumulasi. Semakin bocor, tekanan air semakin rendah. Semakin rendah tekanan semakin sulit untuk mencari titik kebocoran.” ujar Robert. Dengan kondisi stagnan seperti ini, Robert tak muluk-muluk membuat target penurunan kebocoran. Di tahun 2019 ini, Robert hanya menargetkan kebocoran bisa berkurang 1 hingga dua persen.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Air untuk Warga Jakarta Bocor Hampir Separuhnya, Ini Penyebabnya”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/28/12111481/air-untuk-warga-jakarta-bocor-hampir-separuhnya-ini-penyebabnya.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Diamanty Meiliana

Check Also

Petugas Satpol PP melalui dua back hoe membongkar bangunan semi permanen yang berada di area bantaran aliran Sungai Ciliwung di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017). Setelah bangunan diratakan dengan tanah, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan memulai memasang sheet pile sebagai lanjutan proyek normalisasi Ciliwung.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Normalisasi Ciliwung, DKI Bebaskan 118 Bidang Tanah Akhir Tahun Ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini mengatakan, pihaknya akan membebaskan …