Home / Kliping / Pelayanan Air Bersih ke Jakarta Barat Terkendala
Ilustrasi air keran. Teknologi reverse osmosis (RO) bisa membuat air keran menjadi air siap minum. Teknologi RO juga bisa menambahkan mineral sehat ke dalam air keran siap diminum tersebut. (Kompas.com/Josephus Primus)
Ilustrasi air keran. Teknologi reverse osmosis (RO) bisa membuat air keran menjadi air siap minum. Teknologi RO juga bisa menambahkan mineral sehat ke dalam air keran siap diminum tersebut. (Kompas.com/Josephus Primus)

Pelayanan Air Bersih ke Jakarta Barat Terkendala

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai pemasok air ke bagian barat Jakarta, PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) masih kesulitan melayani pelanggan mereka di Jakarta Barat. Direktur Customer Service PT Palyja Nancy Manurung mengakui pelayanan ke warga di Jakarta Barat tak sebaik warga di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, atau Jakarta Selatan. “Di Jakarta Pusat bisa, kalau di Jakarta Barat terkendala,” ujar Nancy dalam journalist workshop PT Palyja, Yogyakarta, Jumat (26/4/2019). Bahkan, warga di perumahan Taman Surya, Cengkareng, Jakarta Barat, sampai saat ini masih kesulitan mendapat air bersih kendati sudah lama menjadi pelanggan Palyja.

Nancy mengatakan, pihaknya harus menyediakan mobil tangki hidran setiap harinya agar warga bisa mendapat air bersih. “Airnya rendah sekali ke sana, suplainya kurang, sehingga secara free kami layani dengan mobil tangki,” ujar Nancy. Bahkan, Rusun Daan Mogot yang belum lama rampung juga belum bisa dilayani air pipa. “Rusun Daan Mogot belum dilayani. Kita belum bisa maksimal ke sana,” kata Nancy. Selain sulit dijangkau karena cukup jauh dari sumber produksi air, Palyja mengatakan, sulit memproduksi air bersih dari air baku Jakarta sendiri. Ini dikarenakan sungai Jakarta tercemar dan tingkat kontaminasinya tidak memungkinkan untuk diolah menjadi air bersih.

Sebanyak 94,4 persen pasikan air baku Palyja berasal dari luar Jakarta yakni Waduk Jatiluhur (64,7 persen), Intalasi Pengolahan Air (IPA) Serpong (28,8 persen), Kanal Banjir Barat (5,8 persen), dan Cikokol (0,9 persen). Sementara itu, pasokan air baku dari dalam Jakarta hanya sekitar 5,6 persen yang berasal dari Cengkareng Drain (1,5 persen) dan Kali Krukut (4,1, persen).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pelayanan Air Bersih ke Jakarta Barat Terkendala”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/27/14241821/pelayanan-air-bersih-ke-jakarta-barat-terkendala.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Icha Rastika

Check Also

Sungai Ciliwung di Kawasan Bukit Duri, Jakarta yang sebagian bantarannya sudah dinormalisasi, Jumat (18/8/2017). Di sepanjang bantaran yang sudah dinormalisasi juga dibangun jalan inspeksi.(KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

Sungai Ciliwung Akan Jadi Destinasi Wisata

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan tengah menggodok implementasi rencana menjadikan Sungai Ciliwung …