Home / Kegiatan / Bedah Buku Karya Tjuk Kuswartojo
IMG_0942

Bedah Buku Karya Tjuk Kuswartojo

Jakarta, 2 Mei 2019. Universitas Podomoro bekerjasama dengan The HUD Institute bekerjasama  dan Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP) menyelenggarakan Bedah Buku karya Tjuk Kuswartojo yang berjudul “Kaca Benggala: Perkembangan Habitat Manusia di Indonesia” dan “Utak-Atik: Tata Kelola Kota”. Tjuk Kuswartojo adalah guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) dan tokoh nasional di bidang perumahan, permukiman, dan habitat kota.

Acara bedah buku tersebut diselenggarakan di auditorium Universitas Podomoro dan dihadiri oleh tiga pembicara yaitu (i) Oswar Mungkasa selaku Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (TRLH); (ii) Lana Winayanti selaku dosen dari Universitas Tarumanegara sekaligus mantan Dirjen Pembiayaan Perumahan; serta (iii) Yayat Supriyatna selaku perwakilan dari Ikatan Ahli Perencana (IAP).

Buku Kaca Benggala adalah buku yang baru diterbitkan oleh Pak Tjuk di tahun 2019 yang menceritakan tentang sejarah perkembangan habitat manusia Indonesia, khususnya kawasan perkotaan. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola kota dalam memilih arah pembangunan ke depan berdasarkan cerminan peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Disampaikan oleh Ibu Lana, bahwa buku tersebut juga menceritakan perubahan proses dalam pembangunan kota, yang pada tahun 1970an, pengembangan kota-kota di Indonesia dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah (government led development). Sedangkan pada tahun 1980an, pengembangan kota mulai dipengaruhi oleh sektor swasta (private sector led development)

Sementara itu, buku Utak-Atik merupakan pemutakhiran buku “Mengusik Tata Penyelenggaraan Lingkungan Hidup dan Permukiman”  yang telah diterbitkan tahun 2010. Buku Utak-Atik menceritakan pemaknaan kota bagi orang Indonesia. Istilah kota bisa berarti (i) lokasi atau benda, contohnya kota Pacitan; (ii) sifat, contohnya orang kota, budaya kota, ekonomi kota; ataupun (iii) status wilayah administrasi.

Dalam pembahasan buku Utak-Atik, Deputi TRLH menyampaikan bahwa terdapat 4 prinsip utama dalam tata kelola kota, yaitu: (i) sinergitas kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan antardaerah; (ii) kapasitas pemerintah, terutama dalam kapasitas SDM, simplifikasi regulasi, serta pengelolaan data dan informasi; (iii) kolaborasi dengan non-pemerintah, dalam hal ini sektor swasta maupun sektor informal; dan (iv) politik perkotaan, yang mana perlu diarahkan untuk kepentingan masyarakat dan tidak untuk kepentingan para elitis.

IMG_0766WhatsApp Image 2019-05-02 at 12.29.19 PM

Check Also

swot (2)

SWOT Workshop Strategic Appraisal Revisi Rencana Aksi Daerah Penurunan Gas Rumah Kaca dan Adaptasi Perubahan Iklim

Jakarta, 14 Juni 2019. Kedeputian Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup bekerjasama dengan C40 melaksanakan …