Home / Kegiatan / Rapat Persiapan Penerapan Program Eco-Masjid di DKI Jakarta
WhatsApp Image 2019-05-17 at 11.22.07 AM

Rapat Persiapan Penerapan Program Eco-Masjid di DKI Jakarta

Jakarta, 17 Mei 2019. Kedeputian Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (TRLH) bekerjasama dengan Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH SDA MUI),  mengadakan Rapat Persiapan Penerapan Program Eco-Masjid di DKI Jakarta.

Rapat dipimpin oleh Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (TRLH) dan dihadiri oleh Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH SDA MUI), unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Dinas Sumber Daya Air/DSDA, Dinas Lingkungan Hidup/DLH, dan Dinas Perindustrian dan Energi/DPE, Dinas Kehutanan/Dishut), Dewan Masjid Indonesia (DMI) wilayah DKI Jakarta, dan Dewan Pengurus Masjid (DPM) Al-Amanah Balai Kota DKI.

Program eco-masjid adalah program yang sedang dilaksanakan oleh Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH SDA MUI) di seluruh Indonesia. Saat ini telah ada 23 masjid dari seluruh Indonesia yang terdaftar dalam program tersebut.

Program eco-masjid bertujuan menjadikan masjid/musholla sebagai pusat pembelajaran pelestarian lingkungan dengan menerapkan penghematan penggunaan energi dan air, serta mengelola sampah. Masjid/musholla akan direnovasi dan dipasang alat-alat pendukung seperti sistem tadah air hujan, sumur resapan, dan lainnya. Selain perbaikan fisik, materi khotbah yang disampaikan di masjid akan dihubungkan dengan isu pelestarian lingkungan.

DMI wilayah DKI Jakarta memiliki data 3418 masjid dan musholla yang dapat diikutsertakan dalam program eco-masjid. Saat ini, DMI sedang menginisiasi pemasangan sumur resapan dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di beberapa masjid dan musholla di wilayah DKI Jakarta.

Terkait sumur resapan, DPE memiliki mata anggaran pembangunan sumur resapan di ±1300 titik pada tahun 2019. Sejalan dengan hal tersebut, DMI disarankan untuk dapat membuat daftar prioritas masjid dan musholla. Sedangkan terkait pemasangan IPAL, DSDA tidak memiliki mata anggaran pembangunan IPAL di tahun 2019 maupun 2020. Hal ini dikarenakan biaya operasional IPAL jauh lebih mahal dibandingkan biaya pengadaan air bersih melalui PAM/air tanah dalam.

Sementara itu untuk pengelolaan sampah, Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) memiliki fasilitas yang dapat digunakan oleh masyarakat, seperti fasilitas penjemputan sampah. Oleh sebab itu, masjid atau musholla dapat menjalin kerjasama dengan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di sekitar.

Upaya pengelolaan sampah di rumah ibadah dapat dilakukan juga dengan penerbitan Surat Edaran Gubernur yang mensyaratkan penyediaan sistem pengelolaan sampah sebagai bagian dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah ibadah. Surat Edaran tersebut berlandaskan pada Pergub No. 83 Tahun 2012 tentang Prosedur Pemberian Persetujuan Pembangunan Rumah Ibadat. Kota Jakarta Utara saat ini telah menginisiasi sistem tersebut, namun perlu direplikasi di wilayah kota administrasi lainnya.

Berdasarkan hasil rapat tersebut, tindaklanjut yang akan dilakukan antara lain:

  1. Penyelenggaraan rapat lanjutan untuk membahas teknis penerapan eco-masjid di DKI Jakarta, terutama terkait pembiayaan dan jenis peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung penghematan air, energi, dan pengelolaan sampah. Beberapa pemangku kepentingan lain yang perlu diundang dalam rapat tersebut adalah: (i) PT PAL Jaya dan PAM Jaya karena terkait dengan penyediaan air bersih dan pengelolaan air limbah; dan (ii) Biro Pendidikan dan Mental Spiritual selaku koordinator perencanaan program untuk urusan masjid.
  2. DMI akan membuat daftar prioritas masjid dan musholla yang akan menerima bantuan pemasangan sumur resapan.

WhatsApp Image 2019-05-17 at 11.22.08 AM

Check Also

plan (2)

Diskusi Publik dengan topik “Aksi Anak Muda Dalam Ketahanan Kota”

Jakarta, 14 Juni 2019. Kedeputian Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup bekerjasama dengan PLAN International …