Home / Kegiatan / LOKAKARYA PENYUSUNAN DESAIN BESAR PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA KOTA TUA DAN KEPULAUAN SERIBU
IMG_0018

LOKAKARYA PENYUSUNAN DESAIN BESAR PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA KOTA TUA DAN KEPULAUAN SERIBU

JAKARTA, INDONESIA– Pemerintah DKI Jakarta, hari ini (28/5) menggelar lokakarya perdana Pengembangan Kawasan Pariwisata Kota Tua dan Kepulauan Seribu. Lokakarya ini adalah langkah awal dalam menyusun Desain Besar pengembangan kawasan pariwisata Kota Tua dan Kepulauan Seribu sebagai destinasi pariwisata nasional. Berbagai pemangku kepentingan yang berasal dari pihak pemerintah, pelaku usaha, LSM, kelompok masyarakat, serta media berkumpul bersama untuk menyepakati isu dan target pengembangan kawasan pariwisata Kota Tua dan Kepulauan Seribu.

Saat ini, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi penting di Indonesia dan telah ditetapkan menjadi salah satu sektor prioritas (leading sector)dalam pembangunan Indonesia periode 2015-2019. Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata, pada tahun 2017 sektor pariwisata telah memberikan kontribusi sebesar 15,2 Miliar USD (2,18 Triliun Rupiah) terhadap devisa negara. Hal tersebut, menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor dengan kontribusi kedua terbesar setelah sektor industri pengolahan (minyak, gas bumi, dan kelapa sawit). Kontribusi tersebut ditargetkan akan terus meningkat hingga 20 Miliar USD  (2,8 Triliun Rupiah) pada tahun 2019. Sementara itu, sektor pariwisata berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)DKI Jakarta sebesar 5,7 Triliun Rupiah pada tahun 2018 dan ditargetkan meningkat sebesar 13% pada tahun 2019.

Plt. Deputi Gubernur bidang Budaya dan Pariwisata, Oswar Mungkasa menyampaikan:  “DKI Jakarta memiliki potensi pariwisata yang besar. Saat ini DKI Jakarta menjadi lokasi kedua setelah Bali yang sering mendapat kunjungan wisata. Pada tahun 2018, tercatat 2,8 juta wisatawan mancanegara telah mengunjungi Jakarta, yang berarti peningkatan kunjungan sebesar 2,3% dari tahun 2017. Salah satu destinasi wisata yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisata adalah Kota Tua dan Kepulauan Seribu yang merupakan salahsatu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang diprioritaskan pembangunannya pada periode pembangunan nasional tahun 2015-2019. Oleh sebab itu, kami bersama dengan Kementerian Pariwisata, dan pemangku kepentingan lain yang terkait, menginisiasi penyusunan Desain Besar sebagai upaya percepatan pengembangan pariwisata Kota Tua dan Kepulauan Seribu”.

Desain Besar adalah sebuah dokumen yang memuat konsep penanganan suatu isu menggunakan pendekatan kolaboratif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait (pemerintah dan non-pemerintah). Komitmen dan konsensus antarpemangku kepentingan kemudian dituangkan dalam dokumen Desain Besar yang setidaknya terdiri dari isu, visi, misi, target, kebijakan dan strategi, rencana aksi dan peta jalan (roadmap). Desain Besar nantinya dapat digunakan sebagai referensi bagi para pemangku kepentingan terkait dalam melakukan pengembangan kepariwisataan di Kepulauan Seribu dan Kawasan Kota Tua Jakarta.

Lokakarya yang diselenggarakan hari ini akan menjadi wadah berbagi data, informasi, pengalaman, dan gagasan seputar kepariwisataan di Kepulauan Seribu dan Kawasan Kota Tua Jakarta. Hasil (output) utama yang diharapkan dari lokakarya perdana ini adalah teridentifikasinya isu dan disepakatinya visi, misi, serta target pengembangaan pariwisata di kawasan Kota Tua dan Kepulauan Seribu. Lokakarya perdana akan disusul dengan lokakarya lainnya yang membahas kebijakan dan strategi, serta rencana aksi dan peta jalan.

IMG_0011 PHOTO-2019-05-28-16-47-50 370f1523-fddd-46e1-9241-b4d396b3f8f1

PHOTO-2019-05-28-16-47-47 PHOTO-2019-05-28-16-47-49 PHOTO-2019-05-28-16-47-24 PHOTO-2019-05-28-16-47-48

 

 

Check Also

plan (2)

Diskusi Publik dengan topik “Aksi Anak Muda Dalam Ketahanan Kota”

Jakarta, 14 Juni 2019. Kedeputian Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup bekerjasama dengan PLAN International …