Home / Kliping / Dukcapil DKI: Pendatang Terbanyak dari Jawa Tengah 
Suasana di Monumen Nasional (Monas) pada H+1 Idulfitri, Kamis (6/6/2019).(KOMPAS.com/Vitorio Mantalean)
Suasana di Monumen Nasional (Monas) pada H+1 Idulfitri, Kamis (6/6/2019).(KOMPAS.com/Vitorio Mantalean)

Dukcapil DKI: Pendatang Terbanyak dari Jawa Tengah 

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Dhany Sukma menyebut Jawa Tengah sebagai provinsi yang menyumbang pendatang terbanyak ke Jakarta. “Jawa Tengah paling banyak masuk, kedua Jawa Barat,” kata Dhany di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/6/2019). Namun, ia tidak menyebutkan berapa pendatang dari Jawa Tengah ke Jakarta. Demikian juga dengan persentasenya.

Menurut Dhany, kesimpulan ini didapat dari pendataan yang dilakukan Dukcapil tiap tahunnya. Data yang sama juga menunjukkan, mayoritas pendatang menetap di Ibu Kota untuk mengadu nasib. Sebagian besar bekerja di sektor swasa. “Kalau dari data yang masuk ke kita, mayoritas, 31 persen, di sektor swasta,” ujar Dhany. Setelah bekerja, alasan kedua datang ke Jakarta yakni untuk sekolah. Porsinya kurang lebih 23 persen dari total pendatang. “Apalagi berbarengan kelulusan anak sekolah sehingga mereka datang banyak juga menimba ilmu dan sekolah,” ujar Dhany.

Para pendatang ini mulai didata sejak H+7 Lebaran. Pendataan awal dilakukan pengurus RT dan RW serta kader Dasawisma. Setelah mendata, Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil masing-masing wilayah akan menetapkan lokasi yang banyak pendatangnya. Di sana, Dukcapil akan menyediakan layanan pencatatan sipil bagi pendatang. Pelayanan yang sekarang bernama Pelayanan Bina Kependudukan ini akan digelar pada 14-25 Juni 2019.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Dukcapil DKI: Pendatang Terbanyak dari Jawa Tengah”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/06/10/15565021/dukcapil-dki-pendatang-terbanyak-dari-jawa-tengah.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Icha Rastika

Check Also

Petugas Satpol PP melalui dua back hoe membongkar bangunan semi permanen yang berada di area bantaran aliran Sungai Ciliwung di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017). Setelah bangunan diratakan dengan tanah, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan memulai memasang sheet pile sebagai lanjutan proyek normalisasi Ciliwung.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Normalisasi Ciliwung, DKI Bebaskan 118 Bidang Tanah Akhir Tahun Ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini mengatakan, pihaknya akan membebaskan …