Home / Kliping / Ada Proyek LRT Jabodebek, Jalan Setiabudi Tengah Ditutup Mulai 17 Juni 2019
Presiden Joko Widodo saat peletakan batu pertama proyek sistem transportasi kereta ringan (light rail transit/LRT) Jabodetabek di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (9/9/2015). (KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN)
Presiden Joko Widodo saat peletakan batu pertama proyek sistem transportasi kereta ringan (light rail transit/LRT) Jabodetabek di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (9/9/2015). (KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN)

Ada Proyek LRT Jabodebek, Jalan Setiabudi Tengah Ditutup Mulai 17 Juni 2019

JAKARTA, KOMPAS.com – Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menutup Jalan Setiabudi Tengah karena ada pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Pengerjaan proyek LRT akan dilakukan di samping flyover HOS Cokroaminoto menuju Landmark Tower.

“Untuk mendukung pekerjaan tersebut akan dilakukan penutupan dan pengalihan lalu lintas di Jalan Setiabudi Tengah, sisi selatan waduk, mulai tanggal 17 Juni 2019 sampai 30 September 2020,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko melalui keterangan tertulis, Senin (10/6/2019).

Dishub juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan itu mulai tanggal 17 Juni sampai dengan 30 September 2020.

Rute rekayasa lalu lintas pada tanggal 17 Juni 2019 sampai 28 Februari 2020 yaitu dari arah Tanah Abang menuju Rasuna Said diahlikan melewati melewati Jalan Margono Djoyokusumo-Jalan Galunggung-Kawasan Landmark-Jalan Sudirman-Jalan Setiabudi Raya-Jalan Setiabudi III (Kawasan Setiabudi atau melalui Jalan Galunggung putar balik sebelum lampu lalu lintas Halimun-jalan Gembira-Jalan Rasuna Said dan seterusnya.

Rekayasa lalu lintas dari arah Rasuna Said menuju Tanah Abang/Sudirman dialihkan melalui Jalan Rasuna Said-Jalan HOS Cokroaminoto-kupingan Jalan Sumenep-Jalan Latuharhari belok kanan ke Halimun-Jalan Galunggung-Jalan Margono Djoyokusumo dan seterusnya, atau Jalan Setiabudi Utara-Jalan Taman Setiabudi II-Jalan Setiabudi Raya-Jalan Sudirman dan seterusnya.

Pengguna jalan juga bisa menggunakan Jalan Prof DR Satrio untuk menuju Tanah Abang.

Sementara, pada tanggal 1 Maret hingga 30 September 2020, satu lajur Jalan Setiabudi Tengah sudah dapat dilalui kendaraan.

Lalu lintas akan kembali normal begitu seluruh pekerjaan proyek LRT selesai.

“Diimbau kepada pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan,” ujar Sigit.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ada Proyek LRT Jabodebek, Jalan Setiabudi Tengah Ditutup Mulai 17 Juni 2019”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/06/11/18192981/ada-proyek-lrt-jabodebek-jalan-setiabudi-tengah-ditutup-mulai-17-juni.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Egidius Patnistik

Check Also

Proses Pengerukan Sedimen Lumpur di Waduk Pluit(KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARI)

Endapan Lumpur Tebal, Pengerukan Waduk Pluit Diperkirakan Rampung November

JAKARTA, KOMPAS.com – Pelaksana Pemeliharaan Waduk Pluit Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin …