Home / Kliping / Menteri Susi Singgung Kondisi Waduk Pluit, Ini Jawaban Pemprov DKI
waduk Pluit yang menyusut akibat musim kemarau pada Senin (10/6/2019)(KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARI)
waduk Pluit yang menyusut akibat musim kemarau pada Senin (10/6/2019)(KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARI)

Menteri Susi Singgung Kondisi Waduk Pluit, Ini Jawaban Pemprov DKI

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui pendangkalan terjadi di Waduk Pluit, Jakarta Utara.

Setelah meninjau kondisinya pada Senin (10/6/2019) sore, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan waduk itu memang sengaja dikosongkan.

“Kondisi cuaca di DKI Jakarta beberapa hari belakangan yang diguyur hujan gerimis dan cuaca mendung, membuat Waduk Pluit harus segera dikosongkan sampai dengan air dalam kondisi Low Water Level,” ujar Yusmada lewat keterangan tertulisnya, Selasa (11/6/2019).

Permukaan sedimen yang terlihat saat ini adalah sedimen saat kondisi Low Water Level. Jarak tinggi muka air saat ini sampai dengan batas atas tanggul (Top Water Level) dijaga sekitar 4,9 meter, sehingga kapasitas waduk cukup besar untuk menampung air.

Perlu diketahui pula, Waduk Pluit merupakan waduk pengendali banjir utama untuk mengatasi banjir di DKI Jakarta, seluas 80 hektar, dengan dam catchment area 2.400 hektar.

Dengan melakukan pengerukan hingga tingkat Low Water Level ini, diharapkan Waduk Pluit dalam kondisi siap untuk menampung air ketika hujan datang maupun kiriman aliran sungai dari hulu. Proses pengerukan inilah yang akhirnya memperlihatkan endapan lumpur di sebagian wilayah Waduk Pluit.

“Yang kelihatan sedimennya itu sekitar sepertiga waduk. Yang lainnya sudah dikerjakan, sudah tebal airnya (dibandingkan sedimen),” ujar Yusmada lebih lanjut.

Diberitakan sebelumnya, musim kemarau menyebabkan permukaan air di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, menyusut.

Pada Senin (10/6/2019) siang, tinggi muka air di waduk itu jauh di bawah garis pembatas waduk. Endapan lumpur yang membentuk pulau-pulau kecil di tengah-tengah waduk terlihat jelas. Di atas pulau-pulau kecil tampak tumpukan-tumpukan sampah.

Tumpukan-tumpukan sampah itu menebar bau busuk, terutama ketika angin mulai berhembus.

Kondisi pendangkalan waduk Pluit itu mendapat perhatian Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Lewat akun Twitter-nya @susipudjiastuti, Susi me-repost sebuah postingan tentang kondisi Waduk Pluit pada Senin siang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Menteri Susi Singgung Kondisi Waduk Pluit, Ini Jawaban Pemprov DKI”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/06/11/10235301/menteri-susi-singgung-kondisi-waduk-pluit-ini-jawaban-pemprov-dki.
Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Dian Maharani

Check Also

Petugas Satpol PP melalui dua back hoe membongkar bangunan semi permanen yang berada di area bantaran aliran Sungai Ciliwung di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017). Setelah bangunan diratakan dengan tanah, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan memulai memasang sheet pile sebagai lanjutan proyek normalisasi Ciliwung.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Normalisasi Ciliwung, DKI Bebaskan 118 Bidang Tanah Akhir Tahun Ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini mengatakan, pihaknya akan membebaskan …