Home / Kegiatan / PEMPROV DKI JAKARTA MENJADI TUAN RUMAH PELUNCURAN PROGRAM C40 CITIES CLIMATE ACTION PLANNING DI ASIA TENGGARA
1jakar20190618130544

PEMPROV DKI JAKARTA MENJADI TUAN RUMAH PELUNCURAN PROGRAM C40 CITIES CLIMATE ACTION PLANNING DI ASIA TENGGARA

Tanggal 18-06-2019

Balaikota Jakarta  –  

Jakarta (Indonesia), Hanoi (Vietnam), Ho Chi Minh (Vietnam), Kuala Lumpur (Malaysia) dan Quezon City (Filipina) mengumumkan komitmen bersama untuk memenuhi Perjanjian Paris dalam melakukan aksi perubahan iklim. Kelima kota ini bergabung bersama lebih dari 70 kota lainnya di bawah naungan C40 meluncurkan secara resmi Program C40 Climate Action Planning untuk Kawasan Asia Tenggara. Komitmen dan Program bersama ini dicanangkan langsung oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan perwakilan pemerintah 5 kota besar Asia Tenggara dalam acara C40 Southeast Asian Regional Academy di Balai Agung, Balaikota Jakarta, pada Selasa (18/6) pagi.

“Kesempatan ini merupakan kebanggaan bagi saya dan DKI Jakarta untuk menjadi tuan rumah dari kegiatan penting ini. C40 Climate Action Planning Programme yang dilaksanakan di Jakarta hari ini sampai dengan esok hari. DKI Jakarta sangat senang untuk menjadi tuan rumah atas pertemuan ini. Karena bagi kami, ini adalah kesempatan untuk belanja ide, untuk membagikan apa-apa saja yang telah kami lakukan. Dan juga kami berharap untuk menghubungkan dan saling bertukar pengalaman,” ungkap Gubernur Anies mengawali sambutannya.

Gubernur Anies kemudian menjabarkan beberapa tantangan yang dihadapi DKI Jakarta terkait isu lingkungan hidup untuk didiskusikan bersama dan mencari alternatif solusi terbaik dari berbagai belahan dunia. Beberapa isu lingkungan tersebut, antara lain gas emisi rumah kaca, peralihan dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik, penurunan permukaan tanah, dan limpahan air yang berasal dari hulu karena DKI Jakarta merupakan muara dari 13 anak sungai menuju Laut Jawa.

“Tantangan kita hari ini adalah bagaimana memastikan perkembangan perekonomian di Jakarta juga berbarengan dengan ekologi. Karena di masa lalu, rupanya ekonomi dan ekologi bekerja bersama-sama. Bahkan, dua kata ini berasal dari akar yang sama, yaitu oikos-nomos dan oikos-logos. Keduanya berasal dari akar yang sama. Kita harus membawa keduanya bersama-sama. DKI Jakarta ini sekarang berkomitmen bahwa kami bukan hanya berfokus pada ekonomi, tapi juga di ekologi. Oleh karena itu, pertemuan ini sangat penting bagi kami. Kita berharap bisa saling bertukar ide, kami berharap bisa mempelajari, dan kami berharap bisa membuka masalah kami untuk kalian, kemudian kami berharap kalian mendatangkan beberapa praktek terbaik yang telah dilakukan untuk kami adaptasikan,” jelas Gubernur Anies lebih lanjut.

Gubernur Anies menegaskan komitmennya dalam penyusunan kebijakan dan fiskal terkait isu lingkungan hidup di Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, Gubernur Anies berharap pertemuan antar kota di Asia Tenggara yang dilakukan di Jakarta dapat membawa perubahan lingkungan yang positif untuk diterapkan di masing-masing wilayah, khususnya DKI Jakarta.

DKI Jakarta bersama dengan kota-kota Asia Tenggara yang tergabung dalam C40 Cities akan merampungkan Climate Action Plan pada September 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah mencanangkan beberapa Kegiatan Strategis Daerah terkait transportasi, pengurangan sampah, dan pengelolaan lingkungan yang berkontribusi pada pengendalian dampak perubahan iklim.

Beberapa inisiatif tersebut, antara lain target untuk mengoperasikan 100 bus listrik pertama pada paruh kedua tahun 2020 dan 1.600 unit lagi pada tahun 2021; merenovasi 1.000 sekolah dengan penambahan panel surya pada tahun 2022; meningkatkan efisiensi energi, air dan mengurangi produksi sampah di bangunan gedung pada tahun 2030; serta memperluas cakupan kegiatan partisipasi masyarakat melalui penambahan Kampung Iklim.

Direktur Eksekutif C40 Cities, Mark Watts, menyatakan kota-kota di Asia Tenggara merupakan pusat pertumbuhan yang paling dinamis di dunia saat ini. Namun, kota-kota ini juga menghadapi kerentanan yang tinggi terhadap dampak perubahan iklim. “Komitmen yang dicanangkan Jakarta, Hanoi, Ho Chi Minh, Kuala Lumpur dan Quezon City merupakan langkah penting untuk memastikan kenaikan suhu global masih dalam batas yang aman menurut penelitian terkini. C40 akan berupaya mendukung seluruh usaha yang dilakukan kota-kota tersebut untuk dapat mencapai tujuan bersama ini,” ucap Mark Watts.

Perlu diketahui, Program C40 Cities Climate Action Planning direncanakan akan mendukung peningkatan kapasitas kota-kota tersebut untuk merumuskan aksi perubahan iklim yang terintegrasi dan inklusif agar dapat mengurangi emisi Gas Rumah Kaca secara signifikan, beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, serta memperoleh manfaat sosial, lingkungan dan ekonomi secara luas.

Program bantuan teknis ini diluncurkan bersama dengan kota-kota agar dapat berbagi praktik yang baik dalam upaya aksi perubahan iklim. Program C40 Climate Action Planning Southeast Asia didukung oleh Pemerintah Inggris dan Kementerian Luar Negeri Denmark yang hadir diwakili oleh Rob Fen (Duta Besar Inggrs untuk Indonesia dan Timor Leste) dan Rasmus Abildgaard Kristensen (Duta Besar Denmark untuk Indonesia).

4jakar20190618130544 WhatsApp Image 2019-06-18 at 1.56.52 PM

Check Also

WhatsApp Image 2019-07-11 at 21.20.43

Hari Keempat – 2019 Urban Resilience Summit

Rotterdam, 11 Juli 2019. Kegiatan 2019 Urban Resilience Summit ini merupakan ajang berbagi kesempatan bagi para pesertanya …