Home / Kliping / Lahan Proyek ITF Sunter Masih Terbengkalai
Hingga Kamis (27/6/2010) ini belum ada pengerjaan di proyek ITF Sunter di Jakarta Utara setelah groundbreaking atau peletakan batu pertama yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta pada Desember tahun Lalu.(JIMMY RAMADHAN AZHARI)
Hingga Kamis (27/6/2010) ini belum ada pengerjaan di proyek ITF Sunter di Jakarta Utara setelah groundbreaking atau peletakan batu pertama yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta pada Desember tahun Lalu.(JIMMY RAMADHAN AZHARI)

Lahan Proyek ITF Sunter Masih Terbengkalai

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada 20 Desember 2018, hingga saat ini belum tampak pembangunan dilokasi pengelolaan sampah dalam kota itu. Dari pantauan Kompas.com pada Kamis (27/6/2019), tak terlihat ada pengerjaan di proyek yang bernillai 250 juta dollar Amerika Serikat (AS) tersebut. Di pintu gerbang kawasan yang berada dekat Rumah Pompa Sunter Sentiong, pagar dibiarkan terbuka sehingga orang bebas masu keluar lokasi tersebut. Di gerbang tersebut terdapat gapura yang dipasangi spanduk bertulis “Di lokasi ini segera dibangun proyek pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Kegiatan Strategis Daerah (KSD).”

Sedikit melewati bagian gerbang tampak sebuah pos sekuriti. Namun di dalamnya tak ada petugas yang berjaga.

Di samping pos tersebut terlihat dua petugas dari Dinas Lingkungan Hidup yang tengah tertidur di atas kasur yang terbentang di sana. Di dekat pos itu terparkir tiga buah truk warna oranye milik Dinas Lingkungan Hidup Jakarta.

Selebihnya hanya ada lahan luas dengan gundukan sampah di beberapa titik. Di bagian tengah lahan ada beberapa pohon yang dikelilingi rumput. Sejumlah kambing makan rumput-rumput tersebut.

Sejatinya ada gerbang lain yang mengarah ke Jalan Sunter Permai Raya. Namun gerbang itu ditutup.

Bejo (50), pedagang mie ayam yang berjualan di dekat gerbang ITF mengatakan, belum ada kegiatan pembangunan di sana.

“Belum ada kegiatan, belum jelas ini, belum ada kabar kapan mau dibangun,” kata Bejo.

Sehari-hari, kata dia, hanya ada truk-truk sampah bergantian datang ke lokasi itu. Para sopir truk ingin berisitirahat di sana.
Tuti (45) warga sekitar juga membenarkan hal tersebut. “Ya paling ada satpam doang yang mondar mandir ke sana ke sini mulai dari jam 06.00 WIB,” ucapnya. Saat melakukan groundbreaking di area tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ITF Sunter itu akan mampu mengolah 2.200 ton sampah per hari. Keberadaan ITF itu disebutnya akan mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang selama ini menampung seluruh sampah dari Jakarta. “Selama ini, apa yang kita lakukan, kita kirim ke TPST Bantargebang. Konsekuensinya jadi panjang. Selain menimbulkan masalah lingkungan di tempat lain, kita juga merasakan efek dari retase truk-truk kita yang membawa sampah ke wilayah-wilayah tetangga kita,” ujar Anies kala itu. Proyek yang dikerjakan PT Jakarta Propertindo itu bekerjasama dengan perusahaan asal Finlandia, Fortum Power. Proyek itu ditargetkan Anies rampung dalam tiga tahun ke depan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Lahan Proyek ITF Sunter Masih Terbengkalai”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/06/27/15390521/lahan-proyek-itf-sunter-masih-terbengkalai.
Penulis : Jimmy Ramadhan Azhari
Editor : Egidius Patnistik

Check Also

Permukiman padat di Bidaracina, di sepanjang bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2015). Bidaracina merupakan kawasan yang akan digusur terkait proyek normalisasi dan sodetan Kali Ciliwung.(KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES)

Proyek Sodetan Ciliwung Dimulai, Ini Proses Ganti Rugi terhadap Warga Bidara Cina

JAKARTA, KOMPAS.com – Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan …