Home / Kegiatan / Rapat Koordinasi Penyusunan Desain Besar untuk Kawasan Kota Tua Jakarta
WhatsApp Image 2019-06-28 at 1.38.41 PM

Rapat Koordinasi Penyusunan Desain Besar untuk Kawasan Kota Tua Jakarta

Jakarta, 28 Juni 2019. Kedeputian Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata menyelenggarakan rapat koordinasi dengan tujuan untuk mengonfirmasi dan menyempurnakan hasil Lokakarya pertama penyusunan Desain Besar KSPN DKI Jakarta yang telah dilakukan pada tanggal 28 Mei 2019 di Balai Kota DKI Jakarta. Rapat tersebut dibuka oleh staf Kedeputian Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata, dan dihadiri oleh Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (Kementerian Pariwisata), Unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Kota Administrasi Jakarta Utara, Dinas Sumber Daya Air, Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Utara, Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, Biro Perekonomian, Satpol PP, Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua) dan Asosiasi Pariwisata (Himpunan Pramuwisata Indonesia/HPI, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia/GIPI).

Berdasarkan diskusi dalam rapat, terdapat 5 isu dalam pengembangan Kawasan Kota Tua, yaitu: (i) tata kelola; (ii) aksesibilitas; (iii) amenitas; (iv) atraksi, dan (v) pendukung. Beberapa poin yang perlu diperhatian dari kelima isu tersebut antara lain:

  • Tata Kelola:
    • Banyaknya instansi/lembaga yang berwenang mengelola kawasan Kota Tua.
    • Kurangnya kuantitas dan kualitas SDM dengan keahlian yang mendukung kepariwisataan (contoh: kurator, preservator, dan lainnya).
  • Aksesibilitas:
    • Belum optimalnya rute transportasi di kawasan Kota Tua (contoh: belum tersedia transportasi dari Museum Fatahillah – Sunda Kelapa).
    • Belum tersedianya fasilitas pedestrian yg memadai.
  • Amenitas:
    • Belum tersedianya Pusat Informasi Pariwisata di Kawasan Kota Tua.
    • Rendahnya kualitas dan kuantitas fasilitas pendukung seperti toilet, interfaith room, dan lainnya.
  • Atraksi:
    • Belum optimalnya skema pelibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata
    • Perlunya pengembangan kualitas dan diservifikasi atraksi pariwisata
  • Pendukung:
    • Belum tersedianya skenario evakuasi
    • Adanya potensi kerusakan lingkungan
    • Belum optimalnya pengamanan dan penertiban kawasan pariwisata

Ke-lima isu diatas masih akan ditelaah lebih lanjut dan dirumuskan target serta arah kebijakannya.

Check Also

WhatsApp Image 2019-09-18 at 3.51.02 PM

Wawancara Mahasiswa Universitas Tarumanegara (UNTAR)

Jakarta, 17 September 2019. Mahasiswa Magister dari UNTAR, Ivan Billy Zaini, berkunjung ke kantor Kedeputian Gubernur …