Home / Kegiatan / Pertemuan dengan Tim Teknik Lingkungan ITB membahas Teknologi Actived Carbon Fiber untuk Pengurangan Pencemaran Udara di DKI Jakarta
WhatsApp Image 2019-07-03 at 09.54.54 (1)

Pertemuan dengan Tim Teknik Lingkungan ITB membahas Teknologi Actived Carbon Fiber untuk Pengurangan Pencemaran Udara di DKI Jakarta

WhatsApp Image 2019-07-03 at 09.54.54 (1) WhatsApp Image 2019-07-03 at 09.54.54

Jakarta, 2 Juli 2019. Kedeputian Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup menerima kunjungan dari Tim Dosen Teknik Lingkungan ITB dan Energy Technology Laboratories, Osaka Gas co., ltd. Japan. Pertemuan ini dipimpin Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang Dan Lingkungan Hidup serta didampingi oleh Asisten Deputi Bidang Lingkungan Hidup. Hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Prov. DKI Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas Teknologi Actived Carbon Fiber untuk Pengurangan Pencemaran Udara di DKI Jakarta. Teknik Lingkungan ITB bekerjasama dengan Energy Technology Laboratories, Osaka Gas co., ltd. Japan merupakan Perusahaan dari Negara Jepang yang bergerak dibidang Teknologi salah satunya pembuatan alat penjernih udara. Teknik Lingkungan ITB bekerjasama dengan Energy Technology Laboratories, Osaka Gas co., ltd. Japan berkomitmen untuk membantu DKI Jakarta melalui penerapan teknologi penjernih udara. Saat ini alat tersebut sudah terpasang di satu titik yaitu Jalan Simatupang sekitar RS. Fatmawati. Pemasangan alat ini merupakan pilot project yang didanai oleh JICA bekerjasama dengan Kementerian PUPR. Teknologi Actived Carbon Fiber mempunyai keunggulan untuk membersihkan atau mengurangi tingkat polusi udara sekaligus meredam kebisingan lalu lintas. Kemampuan lain dari Teknologi Actived Carbon Fiber adalah mereduksi gas NO2 , perawatan sangat mudah (pencucian dengan air setiap 3 tahun), serta tidak menggunakan listrik (mengandalkan angin).

Beberapa Saran dan Tindak Lanjut sebagai berikut : (i) Stasiun Busway Trans Jakarta merupakan tempat yang ideal untuk uji coba Teknologi Actived Carbon Fiber mengingat letak dari stasiun tersebut berada di tengah jalan yang diapit dua jalur lalu lintas yang padat sehingga sangat penting untuk melindungi pengguna busway dari polusi udara; (ii) Sulitnya pengadaaan alat Teknologi Actived Carbon Fiber maka disarankan untuk menggunakan mekanisme B to B antara Energy Technology Laboratories, Osaka Gas co., ltd. Japan dengan PT. Trasns Jakarta; (iii) Sesuai data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan bahwa unsur NO2 masih dalam level aman sehingga disarankan sebaiknya di uji coba teknologi serupa yang dapat menyaring PM 2.5 mengingat isu yang sedang dihadapi terkait kualitas udara di DKI Jakarta; (iv) Perlu dilakukan survey bersama antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta untuk menentukan titik lokasi stasiun busway yang tepat untuk pemasangan alat tersebut..

Check Also

WhatsApp Image 2019-07-11 at 21.20.43

Hari Keempat – 2019 Urban Resilience Summit

Rotterdam, 11 Juli 2019. Kegiatan 2019 Urban Resilience Summit ini merupakan ajang berbagi kesempatan bagi para pesertanya …