Home / Kliping / 5 Fakta di Balik Minibus Transjakarta Rekondisi yang Di-grounded
Sebuah minibus Transjakarta jurusan Kampung Melayu-Pulogebang terbakar di Jalan Basuki Rahmat tepatnya depan pom bensin Basuki Rahmat, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Sabtu (20/7/2019) pukul 11.45. (KOMPAS.com/RINDI NURIS VELAROSDELA)
Sebuah minibus Transjakarta jurusan Kampung Melayu-Pulogebang terbakar di Jalan Basuki Rahmat tepatnya depan pom bensin Basuki Rahmat, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Sabtu (20/7/2019) pukul 11.45. (KOMPAS.com/RINDI NURIS VELAROSDELA)

5 Fakta di Balik Minibus Transjakarta Rekondisi yang Di-grounded

JAKARTA, KOMPAS.com-Sebuah minibus Kopaja Transjakarta jurusan Kampung Melayu-Pulogebang terbakar di Jalan Basuki Rahmat tepatnya depan pom bensin Basuki Rahmat, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, pada Sabtu (20/7/2019) siang.

Kasiops Sudin PKP Jakarta Timur Gatot Sulaiman mengatakan, saat itu bus Transjakarta mengangkut 25 penumpang.

Beruntunganya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Berikut fakta-fakta yang terjadi setelah insiden terbakarnya minibus Transjakarta:

1. Minibus terbakar akibat human error

Setelah ada insiden minibus Transjakarta yang terbakar, pihak PT Transjakarta dan Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) lakukan investigasi.

Setelah proses investigasi, PLT Direktur Teknik PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengungkapakan, penyebab terbakarnya minibus tersebut karena human error.

Menurut hasil pemeriksaan, titik api muncul dari rangkaian AC atau pendingin. Sebab malam harinya mekanik Kopaja memasang rangkaian AC tersebut yang seharusnya tidak diperbolehkan.

2. 59 feeder Transjakarta diinvestigasi

Setelah kejadian itu, PT Transjakarta dan Kopaja mengecek seluruh feeder bermerek Isuzu. Merek terseut sesuai dengan merek minibus yang terbakar.

Berdasarkan hasil investigasi, ternyata ditemukan seluruh bus merek Isuzu tidak memenuhi standar layanan PT Transjakarta.

Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono, mengatakan, kerja sama integrasi transportasi sejak tahun 2015 lalu.

Namun, ternyata banyak bus kopaja reguler rekondisi yang dipasangkan AC atau pendingin, kemudian diintegrasikan dengan Transjakarta.

“Jadi kita kerja sama dengan Kopaja tahun 2015, namun bus-bus yang diintegrasikan adalah bus rekondisi model tahun 2012, 2013, 2014,” ucap Agung.

3. 59 feeder Transjakarta di-grounded

Ada 59 feeder merek Isuzu yang saat ini diperiksa dan untuk sementara dihentikan pengoperasiannya.

Agung menjelaskan, dari 59 feeder yang diperiksa, baru19 unit yang sudah diperiksa menyeluruh.

“Kita kira-kira maksimal 3 hari ini bisa diselesaikan pemeriksaannya dan sementara unit kita stop. Kami siapkan bus-bus swakelola milik transjakarta untuk dioperasikan,” ucap Agung, Minggu (21/7/2019).

4. Rute yang terdampak

Agung mengatakan, selama 59 bus itu dikandangkan, ada rute yang terdampak.

Rute yang terdampak yakni Tebet-Karet dan Tebet-Bidara.

Karena pengurangan bus yang signifikan, armada bus tersebut diganti dengan bus swakelola Transkakarta yang melintas di rute terdampak.

“Kami sediakan 50 persen bus swakelola dari total yang digrounded, kami maksimalkan Selasa 23 Juli 2019 hasil pemeriksaan sudah selesai,’ ucap Agung.

5. Akan ada 150 minibus Transjakarta yang dioperasikan

Berkaca dengan insiden terbakarnya minibus miliknya, PT Transjakarta akan menambah 150 minibus dari operator Kopaja dalam waktu dekat ini.

Agung memastikan, 150 unit itu telah diremajakan oleh Kopaja sebagai operator sesuai standar layanan transjakarta.

“Dan terakhir ini kita mau melakukan dengan cara serius meremajakan (unit) milik Kopaja ini,” tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “5 Fakta di Balik Minibus Transjakarta Rekondisi yang Di-grounded”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/07/23/08172151/5-fakta-di-balik-minibus-transjakarta-rekondisi-yang-di-grounded?page=2.
Penulis : Cynthia Lova
Editor : Jessi Carina

Check Also

Pekerja akan memindahkan sejumlah tiang yang menghalangi jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Perluasan Jalur Sepeda, Efektifkah untuk Mengurangi Polusi Udara?

KOMPAS.com – Bersepeda sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat DKI Jakarta. Ada yang menggunakannya …