Home / Kliping / Perlebar Trotoar, Jurus Manjakan Pejalan Kaki ala DKI
Pekerja Dinas Bina Marga DKI Jakarta merevitalisasi trotoar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, 3 Juli 2019. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Pekerja Dinas Bina Marga DKI Jakarta merevitalisasi trotoar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, 3 Juli 2019. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Perlebar Trotoar, Jurus Manjakan Pejalan Kaki ala DKI

Jakarta, CNN Indonesia — Di tengah kemacetan jalan Kemang, Jakarta Selatan, para pekerja berjibaku dengan perlengkapan untuk membenahi trotoar di kiri dan kanan badan jalan. Proyek pembenahan trotoar itu ditutupi lembaran-lembaran seng agar pengendara tak terperosok ke bagian lahan yang menjadi pelebaran trotoar di sana.

Salah seorang juru parkir di jalan Kemang, Agus Jamal (50) mengatakan kepadatan lalu lintas di sana kini waktunya hampir merata dari pagi hingga malam hari karena ruas jalan yang menyempit akibat proyek trotoar tersebut.

“Masih sering (macet), Apalagi kalau pulang kerja sama pagi, gara -gara jalan makin sempit soalnya,” Kata Jamal saat ditemui di lokasi tersebut, Selasa (23/7).

Salah seorang petugas Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Agung Rio yang sedang berada di proyek di Kemang itu menjelaskan tujuan Pemprov merevitalilsasi trotoar adalah demi memanjakan pejalan kaki alias pedestrian

“Memang tujuan proyek ini untuk melengkapi fasilitas ramah lingkungan bagi pejalan kaki, enggak cuma pelebaran trotoar tapi kita juga buat kursi, dan petunjuk jalan untuk kaum disabilitas,” ujar Agung.

Selain itu, Agung menerangkan nantinya trotoar di Jalan Kemang Raya akan diperlebar seluruhnya menjadi 4,25 meter. Sebelumnya lebar trotoar di kawasan itu hanya 2 meter dengan ruas jalan hampir mencapai 9,5 meter.

Agung menjelaskan proyek di Jalan Kemang kini masih dalam tahap pengecoran. Selain itu, kata dia, masih ada beberapa titik yang masih harus dibongkar dan dipakaikan rangka sebelum dilakukan pengecoran.

“Kini masih dalam tahap pengecoran, namun masih ada jalan yang harus dibongkar dan dipasang rangka, belum semuanya,” ujar dia.

Agung menjelaskan proyek revitalisasi trotoar di Jalan Kemang Raya dimulai titik persimpangan Jalan Bangka hingga persimpangan Kemang Selatan-Benda. Panjangnya sekitar 3,55 km yang dibenahi.

Untuk target tanggal penyelesaian proyek, Agung mengatakan mereka diberi tugas agar selesai pada awal bulan Desember.

“Kira-kira selesai semua itu awal Bulan Desember,” Kata Agung.

Sekitar sepekan lalu, lewat akun instagramnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerangkan penataan fasilitas pedestrian di Kemang itu untuk mewujudkan konsep ‘Kampung Kreatif Ramah Pejalan Kaki yang Kontekstual Dengan Gaya Hidup Masyarakat Urban yang Kontemporer di Selatan Jakarta’.

Serupa di Kemang, revitalisasi trotoar pun dilakukan di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Berbeda dengan di kawasan Kemang, proyek di kawasan Cikini ini terpantau sudah terlihat lebih maju pengerjaannya.

Hampir seluruh trotoar bagian kanan dari Jalan Cikini Raya sudah dalam kondisi diperbaharui dan dilengkapi panduan bagi difabel, sementara bagian kiri trotoar masih berantakan.

“Yang sebelah sini (kanan jalan) sudah dalam proses perampungan, yang kiri baru tahap pembongkaran,” kata salah seorang pekerja proyek di sana, Muhammad Wildan.

Wildan menerangkan proyek tersebut akan melebarkan trotoar Jalan Cikini Raya hingga 3,5 meter. Sama seperti Jalan Kemang, Wildan mengatakan mereka ditarget menyelesaikan proyek di Jalan Cikini akan selesai Desember.

“Perkiraan sih mungkin bulan Desember sudah rampung semua,” ujar Wildan kemarin.

Sementara itu soal kemacetan, salah seorang juru parkir yang bertugas di Cikini, Khomarudin, pada pekan ini relatif tak separah pekan lalu. Khomarudin menduga terutama setelah ramai di media sosial pekan lalu, banyak pengguna kendaraan yang menghindari rute itu demi menghindari kemacetan.

“Masih macet pas pulang kantor terutama ya, tapi udah mendingan sekarang. Biasanya macetnya lebih sering, mungkin banyak yang sudah menghindar (dari rute jalan),” ujar Khomarudin.

Protes Pengendara karena Macet di Cikini Pekerja melakukan tugasnya dalam proyek revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, 23 Juli 2019. (CNN Indonesia/Aria Ananda)
Protes Pengendara karena Macet di Cikini Pekerja melakukan tugasnya dalam proyek revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, 23 Juli 2019. (CNN Indonesia/Aria Ananda)

Protes Pengendara karena Macet di Cikini

Pekan lalu proyek revitalisasi trotoar di Cikini memang sempat ramai di media sosial. Keramaian di media sosial itu terjadi setelah kicauan Twitter politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang mengeluhkan kemacetan akibat proyek pedestrian di Cikini.

‘Kok bisa Pemda DKI merampas badan jalan untuk memperlebar trotoar hingga 3 meter lebih. Cikini yang selama ini padat, makin padat. Trotoar itu cukup 1,5 meter untuk pejalan kaki,’ demikian kutipan dari kicauan Ferdinand pada 19 Juli 2019.

Kicauan Ferdinand itu pun langsung disindir Koalisi Pejalan Kaki lewat akun Instagram dengan menyematkan #MauSampaiKapanMauSampai.

Dikonfirmasi kemudian, Koordinator Koalisi Pejalan Kaki Sandy Apriliansyah menyatakan mereka sangat mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi trotoar demi menunaikan kewajiban menjamin hak pedestrian.

“Secara umum kami dari Koalisi Pejalan Kaki sangat mengapresiasi usaha pemerintah dalam proyek revitalisasi tersebut,” Kata Sandy.

Namun, dari yang dilihatnya di Cikini, Sandy menyayangkan Pemprov DKI tidak menyediakan jalur sepeda dalam proyek tersebut. Menurutnya penyediaan jalur sepeda itu pun harusnya dipikirkan Pemprov, karena di beberapa tempat seperti di Jakarta Selatan jalur khusus kendaraan kayuh itu masih berbagi dengan kendaraan bermotor.

“Namun ya sangat disayangkan pemerintah tidak melengkapi fasilitas jalur sepeda di dalam proyek tersebut. Kami harapkan ke depan, pemerintah juga lebih mempedulikan teman-teman yang menggunakan sepeda,” katanya.

Selain itu, Sandy berharap Pemprov DKI tetap memerhatikan hak para pejalan kaki selama proyek berlangsung. Ia menegaskan keamanan dan keselamatan pejalan kaki yang melintas pun mesti diprioritaskan saat proyek trotoar itu belum berjalan.

“Kami juga mau mengkritik dari sisi safety. Kita lihat tidak disediakan jalur khusus sementara bagi pejalan kaki saat proyek berlangsung. Nah ini seharusnya disediakan seperti proyek MRT yang lalu, jadi pengguna jalan lebih merasa aman,” kata Sandy.

Selain di Cikini dan Kemang, proyek revitalisasi pun digelar di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan. Saat ditemui kemarin, Anies memastikan pembangunan trotoar di Cikini, Kemang, dan Kasablanka dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat Jakarta.

“Alat transportasi yang kita semua Insya Allah miliki adalah kaki, nah itu jalan untuk kaki harus dibangun bukan saja jalan untuk roda,” ujar Anies di Gedung DPRD DKI.

“Dan ukuran ke depan malah urutan bangunnya begini satu untuk pejalan kaki, dua untuk sepeda dan kendaraan bebas emisi, tiga kendaraan umum dan empat kendaraan pribadi,” sambungnya.

Meski trotoar lebar, Anies tak khawatir nanti bakal ‘diserang’ Pedagang Kaki Lima (PKL). Anies menyatakan bakal membuat peraturan dan menempatkan petugas di atas trotoar tersebut.

 

Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul “Perlebar Trotoar, Jurus Manjakan Pejalan Kaki ala DKI”, http://www.beritajakarta.id/read/70537/monas-week-bakal-tingkatkan-kunjungan-wisatawan-ke-jakarta
Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing
Editor : Toni Riyanto

Check Also

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (22/8/2019)(KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI)

Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur, Anies: Kegiatan Ekonomi Akan Tetap di Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut bahwa rencana pemindahan ibu kota dari …