Home / Kliping / Setelah Listrik Padam, Kualitas Udara Jakarta Membaik, Berada di Urutan 13
Kemacetan kendaraan dari arah Semanggi menuju ke Grogol saat jam pulang kerja di Jakarta, Rabu (13/2/2013). Kemacetan parah terjadi hampir setiap hari di Jakarta, namun hingga saat ini belum ada solusi yang efektif untuk mengurai kemacetan Jakarta. (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)
Kemacetan kendaraan dari arah Semanggi menuju ke Grogol saat jam pulang kerja di Jakarta, Rabu (13/2/2013). Kemacetan parah terjadi hampir setiap hari di Jakarta, namun hingga saat ini belum ada solusi yang efektif untuk mengurai kemacetan Jakarta. (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

Setelah Listrik Padam, Kualitas Udara Jakarta Membaik, Berada di Urutan 13

JAKARTA, KOMPAS.com – Pascapemadaman listrik, kondisi udara DKI Jakarta tampaknya membaik.

Berdasarkan informasi dari situs resmi www.airvisual.com, kualitas udara di DKI Jakarta menempati urutan ke-13 pada Selasa (6/8/2019) hari ini.

Kualitas udara di Jakarta lebih baik dibandingkan hari Minggu (4/8/2019) lalu, di mana Jakarta berada pada urutan kedua dengan kualitas udara buruk di dunia.

Informasi pada Selasa pukul 08.10 WIB, kualitas udara Jakarta tercatat 87 yang artinya berada dalam kategori moderat.

Sementara itu, tercatat parameter PM2,5 konsentrasi 29,1 ug/m3 atau mikrogram/meterkubik berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

Jika melihat acuan US AQI, hasil analisa pencemaran udara untuk parameter PM2.5 dengan konsentrasi 0 hingga 10 ug/m3 adalah kategori sedang, sementara 36 hingga 55 mikrogram/meterkubik adalah kategori tidak sehat untuk kalangan tertentu.

Kemudian, 56-65 mikrogram/meterkubik adalah kategori tidak sehat, 66-100 mikrogram/meterkubik kategori sangat tidak sehat dan 100 ug/m3 ke atas kategori berbahaya.

Untuk diketahui, AirVisual merupakan situs penyedia peta polusi online harian kota-kota besar di dunia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dodo Gunawan mengatakan, pemadaman listrik dengan membaiknya kualitas udara memang ada kaitannya.

Hal ini lantaran ketika listrik padam, aktivitas manusia yang menggunakan listrik maupun menghasilkan polusi menjadi berkurang.

“Secara data saya tidak punya tapi dimungkinkan hubungan tersebut ada karena kan terkait juga dengan aktivitas manusia,” ucap Dodo saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Kualitas udara membaik karena disebabkan berkurangnya dua aktifitas warga Jakarta, yaitu menurunnya transportasi yang beroperasi dan aktifitas industri.

Listrik di Jakarta padam selama 7 jam pada Minggu. Lalu pada Senin sebagian wilayah Jakarta masih terdampak pemadaman listrik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Setelah Listrik Padam, Kualitas Udara Jakarta Membaik, Berada di Urutan 13”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/08/06/09215911/setelah-listrik-padam-kualitas-udara-jakarta-membaik-berada-di-urutan-13.
Penulis : Ryana Aryadita Umasugi
Editor : Sandro Gatra

Check Also

Pekerja akan memindahkan sejumlah tiang yang menghalangi jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Perluasan Jalur Sepeda, Efektifkah untuk Mengurangi Polusi Udara?

KOMPAS.com – Bersepeda sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat DKI Jakarta. Ada yang menggunakannya …