Home / Kliping / Anggota DPRD Nilai Anies Terlalu Spontan Atasi Masalah Polusi Udara
Pemandangan laut dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta Utara, Rabu (31/7/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Pemandangan laut dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta Utara, Rabu (31/7/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Anggota DPRD Nilai Anies Terlalu Spontan Atasi Masalah Polusi Udara

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta William Yani menilai, Gubernur DKI Anies Baswedan terlalu spontan dengan menerbitkan Instruksi Gubernur ( Ingub) Nomor 66 tahun 2019 Tentang Pengendalian Kualitas Udara. William menyatakan, Anies mestinya membuat kajian akedemik sebelum menerbitkan instruksi seperti itu.

“Saya lebih percaya kalau… dia mengundang beberapa kampus yang mengerti tentang polusi udara, membuat naskah kajian akademik. Dari naskah kajian akademik baru dia membangun Ingub ini,” kata William, Senin (5/8/2019).

William mencontohkan instruksi tentang pembatasan kendaraan berusia di atas 10 tahun. William berpendapat, hal itu perlu ada kajian teknis yang lebih jelas.

“Contohnya taksi, bagaimana dengan taksi di atas 10 tahun? Apakah itu termasuk? Nah itu harus dituntaskan dulu sebelum membuat Ingub,” tambahnya.

Dari beberapa poin yang akan dilaksanakan Pemprov DKI untuk mengatasi masalah polusi udara, William mengakui bahwa solusi perluasan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil dan genap merupakan langkah yang benar.

“Kalau menurutku yang paling dekat itu betul ganjil genap itu salah satu (langkah), hanya yang lainnya itu tunggu kajian akademik dulu.

” William menyatakan, tidak perlu waktu lama untuk menanti kajian akademik. Saat ini, ada beberapa kampus sudah menyelesaikan kajian bagaimana cara mengurangi polusi.

“Udang saja mereka baru kita buat Ingubnya,” ujar dia.

Ingub Nomor 66 Tahun 2019 dikeluarkan Kamis pekan lalu. Istruksi tersebut mencakup lima hal pokok, yaitu rencana pembangunan 25 ruas trotoar, perluasan sistem ganji-genap, usia angkutan umum dan kendaraan pribadi dibatasi, penghijauan gedung sekolah dan gedung pemda, dan kenaikan tarif parkir.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Anggota DPRD Nilai Anies Terlalu Spontan Atasi Masalah Polusi Udara”, https://megapolitan.kompas.com/read/2019/08/05/15395021/anggota-dprd-nilai-anies-terlalu-spontan-atasi-masalah-polusi-udara.
Penulis : Hilel Hodawya
Editor : Egidius Patnistik

Check Also

Pekerja akan memindahkan sejumlah tiang yang menghalangi jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Perluasan Jalur Sepeda, Efektifkah untuk Mengurangi Polusi Udara?

KOMPAS.com – Bersepeda sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat DKI Jakarta. Ada yang menggunakannya …