Home / Kegiatan / Rapat lanjutan Pengelolaan Kualitas Udara DKI Jakarta serta diskusi hasil pertemuan tahunan South-Southeast Asia – Air Improvement in the Region (SSEA-AIR) di Taiwan.
udara (3)

Rapat lanjutan Pengelolaan Kualitas Udara DKI Jakarta serta diskusi hasil pertemuan tahunan South-Southeast Asia – Air Improvement in the Region (SSEA-AIR) di Taiwan.

udara (2) udara (3) udara (1)Jakarta, 9 Agustus 2019. Kantor Kedeputian Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup telah mengadakan rapat lanjutan dalam kelompok kecil untuk berbagi hasil lokakarya pembuatan rencana aksi pada pertemuan tahunan South-Southeast Asia – Air Improvement in the Region (SSEA-AIR) yang diadakan di Taiwan pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2019 lalu. Dalam pertemuan tahunan ini, DKI Jakarta mengirimkan tiga delegasi yaitu Ibu Diah Ratna Ambarsari dari UPT Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup, Agung Pujo Winarko Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, dan Yusrizalsyah dari Dinas Perhubungan.

Rapat ini dibuka oleh Asisten Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Yuli Hartono dan dihadiri oleh Dinas terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Kehutanan, dan Dinas Perhubungan serta perwakilan dari Vital Strategies.

Pada sesi pemaparan, dijelaskan bahwa DKI Jakarta membawa konsep Rencana Aksi Penerapan Kewajiban Uji Emisi untuk kendaraan roda dua dan roda empat di DKI Jakarta untuk dipaparkan dan dibahas dalam Pertemuan Tahunan SSEA-AIR tersebut.

Di Taiwan, perwakilan dari DKI Jakarta juga mempelajari mekanisme penerapan kewajiban uji emisi terutama untuk kendaraan bermotor roda dua. Diketahui, mulai September 2019 nanti, Taiwan sudah mewajibkan semua kendaraan memakai bahan bakar dengan standar EURO 6. Sementara itu, penerapan kewajiban uji emisi kendaraan bermotor baik beroda dua dan empat sudah diterapkan sejak akhir tahun 1990an.

Penerapan kewajiban uji emisi ini telah membantu taiwan menurunkan sumber polusi dari kendaraan bermotor yang merupakan 30 persen dari total sumber emisi di negara tersebut.

Setelah kembali dari studi banding tersebut, Dinas Lingkungan Hidup akan mengkaji kemungkinan untuk adopsi atau mengadaptasi mekanisme penerapan kewajiban tersebut di DKI Jakarta.

Check Also

WhatsApp Image 2019-10-29 at 4.15.29 PM

Rapat Teknis Persiapan Penyelenggaraan Seminar “Toward a Resillient City with a Sustainable and Smart Approach”

Jakarta, 29 Oktober 2019. Kedutaan Besar Perancis pada tanggal 28 November 2019 bekerjasama dengan Pemprov DKI …